WFH Jadi Kesempatan Ciptakan Gizi Seimbang

Menciptakan gizi seimbang selama masa kerja dari rumah (WFH) menjadi kesempatan baik di tengah wabah virus corona (Covid-19).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  14:35 WIB
WFH Jadi Kesempatan Ciptakan Gizi Seimbang
Makanan sehat - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Momentum work from home (WFH) bisa menjadi ajang masyarakat untuk menciptakan asupan gizi seimbang di rumah.

Hal tersebut diutarakan oleh Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Ali Khomsan. Dia mengungkapkan bahwa WFH selama wabah virus corona menjadi kesempatan baik bagi masyarakat untuk memperoleh asupan gizi seimbang dari rumah.

“Di luar rumah kita mudah mendapatkan masakan tinggi lemak yang menggugah selera dan rasanya enak. Akan tetapi masakan rumahan umumnya memperhatikan komposisi yang seimbang dan tidak berlebihan baik dalam kandungan gizi maupun porsi,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Menurut Prof Ali, gizi dan nutrisi tersebut biasanya diperoleh dari pangan pokok seperti nasi, sayuran, lauk pauk, serta buah-buahan yang lebih beragam dan berganti menu setiap harinya.

“Pola makan seperti inilah yang perlu diperhatikan selama sebagian besar dari masyarakat sementara bekerja dari rumah dan hanya bisa didapatkan ketika berada di rumah," ujarnya.

Lebih lanjut Prof Ali mengatakan kebutuhan pangan tersebut dapat dipenuhi dengan menyetok daging atau ikan yang bisa disimpan di freezer, telur dan sayur yang dibungkus dengan plastik berlubang untuk disimpan di refrigerator serta buah-buahan yang bisa awet disimpan hanya dengan suhu ruangan seperti apel dan pisang.

“Asupan vitamin C dan E sangat dianjurkan juga untuk dikonsumsi guna meningkatkan kekebalan tubuh dalam kondisi seperti saat ini. Makanan instan juga bisa disiapkan seperti mie, susu, kornet, serta ikan kaleng,” katanya.

Menurut Prof Ali, makanan instan dapat dikonsumsi sesekali selama WFH karena makanan kaleng atau instan yang dihasilkan oleh industri besar umumnya menggunakan bahan pengawet food-grade seperti benzoat atau nitrit dalam jumlah yang sudah memenuhi syarat kesehatan.

Dia lebih lanjut mengatakan dalam situasi darurat seperti ini hal tersebut bisa menjadi opsi untuk mencegah kebosanan.

“Kebutuhan kalori individu dewasa berkisar 2.000 kalori-2.500 kalori, ini sudah bisa dipenuhi dengan tiga kali makan ditambah camilan di antara dua waktu makan tersebut. Akan tetapi harus juga diperhatikan bahwa kebutuhan gizi itu dicerminkan oleh tercukupinya kalori, protein, lemak, vitamin dan mineral,” ujarnya.

Dia menambahkan anjuran berkaitan dengan empat sehat lima sempurna sendiri sebenarnya merupakan bentuk keragaman pangan dalam konsumsi sehari-hari. Selain itu pedoman gizi seimbang juga harus disertai dengan upaya menjaga hidup bersih, dan aktif melakukan aktivitas fisik.

“Agar tetap sehat olahraga di tengah keterbatasan perlu dilakukan, bisa di teras rumah secara secukupnya, dianjurkan tiga sampai lima kali seminggu dengan durasi satu jam tergantung berat atau tidaknya jenis olahraga yang dipilih. Sebaiknya kebiasaan merokok juga dihentikan agar kekebalan tubuh tidak merosot akibat pengaruh rokok,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona, covid-19, Work From Home

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top