Supermarket Berisiko Tinggi Sebarkan Virus Corona

Setiap benda yang dipegang oleh pembeli di supermarket dan toko kelontong berpotensi menjadi sarana penyebaran virus corona (Covid-19).
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  13:58 WIB
Supermarket Berisiko Tinggi Sebarkan Virus Corona
Pengunjung memilih minuman di salah satu gerai supermarket - Jibi/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Selama beberapa minggu ini, supermarket dan toko kelontong menjadi satu-satunya jendela penularan virus corona (Covid-19).

Saat beberapa negara yang telah melakukan lockdown untuk mencegah pertemuan yang menghadirkan banyak orang (social distancing), tetapi orang masih membutuhkan makanan. Bahkan, supermarket pun tidak terhindar dari virus corona.

Seperti yang ditakutkan oleh banyak pakar kesehatan, seperti yang dilansir dari www.denverpost.com, seorang karyawan Denver King Soopers positif terjangkit virus corona baru, saat ini ia sedang dalam pemulihan dan perawatan medis.

Tidak hanya itu, pegawai Whole Foods Market yang bekerja di salah satu toko grosir di New York City dinyatakan positif terkena virus corona saat ini sedang dikarantina. Dan banyak kasus kasus pegawai supermarket lainnya yang terinfeksi Covid-19.

Sebetulnya, perhatian utama pembeli adalah orang lain, bukan makanan. Meskipun pembeli mungkin khawatir tentang tak sengaja menginfeksi diri mereka sendiri dengan memegang apel atau kotak sereal yang sama dengan orang lain, para ahli kesehatan mengatakan bahwa penularan melalui makanan atau pembungkusnya sebagian besar dapat dihindari.

Penelitian menunjukkan bahwa virus dapat ada pada kemasan makanan karton selama sehari, dan pada plastik selama beberapa hari. "Rekomendasi saya adalah hanya untuk mencuci tangan setelah Anda memegang kemasan pada belanjaan anda," kata Angela Rasmussen, seorang ahli virus di Universitas Columbia dilansir dari www.theatlantic.com.

Objek yang memiliki tingkat "sentuhan tinggi" seperti pegangan keranjang belanja merupakan masalah yang lebih besar, tetapi banyak toko yang menyediakan tisu pembersih untuk itu.

Batuk pada manusia, lebih sulit untuk dihindari. Ini adalah risiko yang dapat dikendalikan untuk pembeli yang dapat pergi ke toko pada jam-jam sepi dan menggunakan jasa pembayaran mandiri. Tetapi pada risiko yang lebih tinggi terinfeksi adalah kasir yang berdiri hanya beberapa meter dari ratusan pelanggan sehari.

Mereka mungkin tertular virus melalui makanan dan uang yang disentuh pelanggan, “Jika pelanggan batuk atau bersin di dekat seorang karyawan saat antrean, kemungkinan penularan virus melalui percikan pernapasan juga tinggi,” kata Brandon Brown, seorang profesor di UC Riverside yang telah mempelajari penyakit menular.

Meskipun toko kelontong atau supermarket mungkin bisa melakukan hal lebih banyak untuk melindungi staf, mereka tidak akan pernah 100 persen aman dari virus corona. Orang-orang dapat menularkan virus dengan sebagian besar yang tertular tidak memiliki gejala. Hanya ada jarak enam kaki antara setiap orang di supermarket yang ramai dan infeksi yang muncul di supermarket membuktikannya.

Di Indonesia sendiri, beberapa supermarket sudah melakukan antisipasi terkait merebaknya virus ini, sadar akan ketidakmungkinan menutup supermarket karena kebutuhan masyarakat yang tinggi, akun resmi Twitter Giant yakni @GiantIndo menuliskan bahwa pihaknya menerapkan proses sanitasi dan kebersihan di seluruh toko.

Senada dengan hal itu, akun resmi Transmart Carrefour lewat akun Twitter @Transmart_IND mengunggah video yang menunjukkan kesiapan mereka cegah virus corona dengan cara memastikan kebugaran karyawan, karyawan juga menggunakan sarung tangan dan masker serta memperhatikan kebersihan gerai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hero supermarket, supermarket, Virus Corona, covid-19

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top