Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rekomendasi Memilih Disinfektan yang Tepat

Meskipun mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik dapat menghilangkan 97% kuman, pembersih rumah tangga adalah disinfektan yang lebih baik untuk permukaan
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 06 April 2020  |  12:35 WIB
Petugas menyemprotkan disinfektan di dekat monumen India Gate di New Delhi, 22 Maret 2020./Prashanth Vishwanathan - Bloomberg
Petugas menyemprotkan disinfektan di dekat monumen India Gate di New Delhi, 22 Maret 2020./Prashanth Vishwanathan - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -- Sebagian besar pembersih rumah tangga, dari pembersih serbaguna hingga sabun cuci piring, mengandung surfaktan, yang berikatan dengan minyak, kuman, dan partikel kotoran, yang tersuspensi dalam air sehingga bisa dicuci.

"Meskipun mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik dapat menghilangkan 97% kuman, pembersih rumah tangga adalah disinfektan yang lebih baik untuk permukaan. Itu karena agar sabun menjadi efektif, sabun harus digosok menjadi busa, sementara disinfektan membunuh kuman saat kontak, kata Mary Schmidt MD, spesialis penyakit menular di Virginia dikutip dari www.insider.com, Senin (6/3/2020).

Berikut ini rincian bahan aktif berbeda dalam pembersih rumah tangga dan apa yang harus dicari untuk memastikan Anda menggunakan desinfektan yang efektif.

1. Cara mengetahui apakah produk pembersih efektif

Produk pembersih rumah tangga menggunakan banyak istilah berbeda pada label mereka, dari antibakteri, sanitasi hingga desinfektan. Tapi apa yang sebenarnya mereka maksudkan?

Menurut Melissa Homer kepala petugas kebersihan di waralaba pembersih rumah MaidPro, sanitasi menghilangkan 99,9% kuman dan membunuh lebih dari 99,999%, jika dilakukan dengan benar. Produk antibakteri berarti mengandung bahan yang dapat membantu membunuh atau memperlambat pertumbuhan bakteri, meskipun hati-hati dengan ini, karena sabun antibakteri tidak lebih baik daripada sabun biasa.

"Jika Anda ingin membunuh COVID-19, Anda memerlukan desinfektan yang benar, bukan pembersih atau semacam antibakteri," kata Homer.

Sementara itu, disinfektan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dengan baik jika digunakan pada permukaan yang kotor - karena kotoran dan minyak akan mengkonsumsi desinfektan dan melindungi kuman, kata Homer. Inilah sebabnya mengapa Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan membersihkan permukaan dengan sabun dan air sebelum menggunakan disinfektan.

Saat membeli disinfektan, Anda harus mencari nomor registrasi EPA pada produk. Ini biasanya ditemukan di panel depan atau belakang label produk. Badan Perlindungan Lingkungan atau The Environmental Protection Agency (EPA) menetapkan angka-angka ini untuk produk yang telah diuji dan terbukti membunuh kuman.

"Pada dasarnya, untuk mendapatkan registrasi, pabrikan harus menyerahkan banyak hasil uji lab dan deskripsi proses pembuatannya ke EPA, sehingga mereka dapat ditinjau dan ditentukan sah," kata Homer.

2.Disinfektan terbaik melawan virus

Untuk mencegah penyebaran coronavirus di rumah Anda, EPA telah mengumpulkan daftar produk pembersih yang terbukti bekerja melawan COVID-19. Berikut adalah bahan aktif paling umum dalam disinfektan terdaftar EPA ini:

a. Isopropanol atau Etanol (Alkohol) adalah desinfektan yang efektif bila digunakan pada konsentrasi yang cukup tinggi. Sebagian besar produk pembersih yang mengandung alkohol memiliki setidaknya 70% solusi, dan pembersih tangan harus mengandung setidaknya 60% alkohol agar efektif.

b. Senyawa Ammonium Kuarter banyak digunakan sebagai disinfektan permukaan dan dapat ditemukan di banyak pembersih rumah tangga termasuk tisu dan semprotan disinfektan. Penelitian telah menunjukkan senyawa amonium kuaterner untuk secara efektif membunuh sebagian besar bakteri, virus, dan jamur.

c.Sodium Hypochlorite (Pemutih) bahan aktif dalam pemutih adalah natrium hipoklorit, yang dapat membunuh virus, bakteri, dan jamur. Pemutih dapat digunakan pada permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu tetapi harus dikeringkan selama setidaknya 10 menit untuk secara efektif membunuh patogen. Karena pemutih dapat mengiritasi kulit, Anda harus mengenakan sarung tangan saat menggunakannya.

d. Hidrogen Peroksida tidak sekuat pemutih tetapi memiliki sifat disinfektan yang secara efektif membunuh virus dan bakteri. Sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam Antimicrobial Resistance dan Infection Control menemukan bahwa hidrogen peroksida lebih efektif dalam membunuh beberapa bentuk bakteri daripada senyawa amonium kuaterner. Konsentrasi hidrogen peroksida 3% khas yang ditemukan di toko dapat digunakan sebagai desinfektan.

Pembersih rumah tangga dengan bahan-bahan ini mungkin sulit ditemukan di toko saat ini dan sementara desinfektan yang paling efektif dalam menghilangkan kuman adalah dengan menjaga kebersihan tangan yang baik dengan sering mencuci tangan juga penting. "Pada akhirnya, membersihkan secara menyeluruh dengan sabun biasa adalah langkah kuat ke arah yang benar dan menghilangkan 97% kuman sendiri, jadi jangan putus asa jika Anda tidak dapat menemukan desinfektan," kata Homer. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona disinfektan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top