Inggris Instruksikan Masyarakat dengan Anosmia untuk Tes Virus Corona

Daftar gejala virus corona yang dirilis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS juga termasuk menggigil, gemetar berulang, nyeri otot dan sakit tenggorokan.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  19:43 WIB
Inggris Instruksikan Masyarakat dengan Anosmia untuk Tes Virus Corona
Pengumuman social distancing di tempel pada restoran Shake Shack Inc. di The Wharf Washington, DC, Amerika Serikat, Selasa (7/4/2020). Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbesar. Hingga Rabu (8/4/2020), kasus positif Covid-19 di Negeri Paman Sam itu telah mencapai 396.416 kasus. Bloomberg - Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA - Anosmia, istilah medis untuk seseorang yang kehilangan indera penciuman, menjadi gejala ketiga dari infeksi virus corona, selain batuk terus menerus dan suhu tinggi, yang menjadi syarat tes Covid-19 di Inggris.

Empat kepala petugas medis Inggris mengatakan bahwa hilangnya bau dan rasa yang diakibatkan oleh anosmia dapat menjadi acuan untuk pengujian virus tanpa harus menunggu dua gejala lainnya.

Dilansir melalui Guardian, hasil riset yang dilakukan oleh NERVTAG yang merupakan kelompok penasihat ilmiah pemerintah, menunjukkan antara 24 - 29 Maret, 59% pasien yang dites positif Covid-19 tidak dapat mencium bau dan rasa dibandingkan dengan 18 persen dari mereka yang dites negatif.

"Ketika dikombinasikan dengan gejala lain, orang dengan kehilangan bau dan rasa tampaknya tiga kali lebih mungkin untuk tertular Covid-19 menurut data kami," ujar wakil kepala petugas kesehatan Inggris, Jonathan Van-Tam, seperti dikutip melalui Guardian, Senin (18/5).

Karenanya, setiap pasien positif diwajibkan mengisolasi diri selama tujuh hari untuk mengurangi penyebaran penyakit.

Meski demikian, Van-Tam mengatakan hingga kini pihaknya belum memiliki angka pasti berapa banyak orang yang mengalami gejala kehilangan indra pencium dan perasa. Apakah hanya terjadi di kelompok tertentu saja atau merupakan gejala umum.

"Kami telah melihat beberapa petunjuk dari sejumlah literatur bahwa anosmia kemungkinan lebih sering terjadi pada wanita," katanya. Ada juga studi tentang proporsi yang mengatakan bahwa anosmia sering ditemukan dialami oleh populasi yang lebih muda.

Tim Spector dari seorang profesor dari King’s College London, telah mengumpulkan data tentang gejala yang dilaporkan oleh jutaan orang di Inggris yang mengunduh aplikasinya.

Dia mengatakan bahwa setidaknya, jika sejak 1 April ada orang-orang yang kehilangan indera penciuman atau rasa, harus segera mengisolasi diri. Waktu pengumuman ini penting, apalagi Inggris telah melonggarkan lockdown dan deteksi infeksi harus dilakukan sedini mungkin guna melacak kontak.

Dilansir melalui BBC, jika Anda, atau seseorang yang tinggal bersama Anda, memiliki gejala-gejala ini, disarankan untuk tetap di rumah guna meminimalisir risiko penularan kepada orang lain.

Gejalanya antara lain batuk terus menerus selama durasi lebih dari satu jam atau mengalami tiga atau lebih episode batuk-batuk dalam 24 jam. Kemudian demam dengan suhu tubuh di atas 37,8 derajat celcius.

Daftar gejala yang dirilis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS juga termasuk menggigil, gemetar berulang, nyeri otot dan sakit tenggorokan.

Setidaknya perlu waktu lima hari untuk gejala mulai tampak, tetapi ada juga orang-orang yang merasakannya setelah lebih dari lima hari. Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan inkubasi virus corona berlangsung hingga 14 hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona, covid-19

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top