Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cara Kreatif Rayakan Ramadan & Idulfitri pada Masa Pandemi Corona

Kreativitas merayakan Lebaran bersama keluarga dengan melakukan foto bersama hingga saling berkirim kado menjadi alternatif di tengah pandemi virus Corona.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 23 Mei 2020  |  12:09 WIB
Noormans Hotel Semarang menghadirkan promo istimewa menyambut Lebaran bagi para tamu yang ingin merayakan Hari Raya Idulfitri 1441 dengan suasana berbeda. (Foto: Istimewa)
Noormans Hotel Semarang menghadirkan promo istimewa menyambut Lebaran bagi para tamu yang ingin merayakan Hari Raya Idulfitri 1441 dengan suasana berbeda. (Foto: Istimewa)

Bisnis.com, JAKARTA – Setiap tahun pada malam pertama di bulan Ramadan, Zainab Husseini mengundang anggota keluarga untuk berbuka puasa bersama di rumahnya. Namun tahun ini, buka puasa bersama yang telah menjadi tradisi tahunan selama lebih dari satu dekade terpaksa dihilangkan karena adanya anjuran untuk tetap di rumah akibat pandemi Covid-19.

Meski demikian, semangat untuk tetap menjaga kebersamaan masih dilakukan oleh ibu dari dua anak ini. “Kupikir kita masih perlu menemukan jalan. Jadi, aku menyiapkan makanan dan memasukkannya ke dalam kotak yang dapat diambil oleh anggota keluarga,” ujarnya, seperti dikutip dari ocregister.com.

Lalu, saat matahari terbenam, semua keluarga berkumpul di Zoom untuk melakukan buka puasa dan berdoa secara bersama-sama secara virtual sehingga walau harus terpisah jarak tetapi tetap saling terhubung. “Keluarga kami benar-benar merasa terhubung dan tidak sendirian, itu sangat indah,” tuturnya.

Cara-cara baru dan kreatif untuk merayakan

Ya, meskipun di kala pandemi global ini semua gerakan terbatas, masjid-masjid tutup, acara komunitas dibatalkan dan kunjungan ke rumah keluarga atau teman ditiadakan, tetapi setiap keluarga Muslim di sekitar California Selatan telah menemukan cara-cara baru dan kreatif untuk merayakan Ramadan dan Lebaran tahun ini.

Seperti halnya Husseini, Lubna Dadabhoy dari Chino pun telah menemukan cara untuk menjaga semangat Ramadan. Dia sendiri mengaku sangat sedih ketika ada seorang anak dari temannya yang berkata bahwa Hari Raya Idul Fitri tahun ini akan menjadi yang terburuk dari yang pernah ada.

"Saya sangat sedih mendengar anak-anak berkecil hati karena itu tidak akan menjadi perayaan yang biasa tahun ini," kata Dadabhoy.

Untuk itu dia memposting kerajinan tangan yang dapat dibuat bersama keluarga selama liburan di channel YouTube Ramadan Craft miliknya. Alat-alat yang dibutuhkan pun cukup sederhana hanya menggunakan spidol, kertas, dan balon.

Di saluran YouTube-nya Dadabhoy menunjukkan cara membuat kolom balon warna-warni dengan balon dan pita. Dia menghiasi bagian atas kolom dengan bulan sabit.

Jaga semangat tetap hidup

"Banyak orang hanya mencoba melakukan hal-hal yang akan membuat semangat tetap hidup. Dengan Idul Fitri, ini adalah pengingat yang sempurna untuk merayakan, menjadi gembira, dan menciptakan sesuatu yang positif untuk meningkatkan suasana hati Anda,” tuturnya.

Di rumahnya sendiri, Dadabhoy berusaha menyiapkan meja kerajinan untuk keempat putranya, usia 13, 11, 7 dan 4. Dia menyiapkan meja kerajinan untuk anak-anak. Dia menutupi pintu dapurnya dengan kertas daging dan memasang bintang kertas agar anak-anak dapat menulis apa yang mereka syukuri pada setiap bintang. Di pintu dapur, dia menulis kata-kata: "Kami menyambut noor (cahaya) Ramadhan."

Dia dan putra-putranya juga melukis kertas toilet dan handuk kertas, meletakkannya di tali pancing dan menggantungnya di langit-langit. Dia menyiapkan cokelat panas, kopi, dan chai station. Yang paling penting, dia menciptakan area doa dengan permadani di mana keluarga bisa menghabiskan malam bersama dalam doa.

"Karena kami tidak bisa pergi ke masjid, saya mencoba membawa getaran masjid ke rumah kami," kata Dadabhoy.

Bertukar Hadiah Virtual

Sementara itu, Amana Siddiqi juga telah membuat area doa khusus di rumahnya di Fountain Valley, yang mengingatkan pada masjid yang dihadiri keluarga mereka di Garden Grove. Ayah mertuanya, Muzammil Siddiqi, adalah imam dan direktur agama Masyarakat Islam Orange County di Garden Grove. Dia telah memasang balon dan dekorasi di halaman belakang mereka untuk anak-anaknya, usia 14, 11 dan 1.

"Tahun ini, kami juga akan melakukan pertukaran hadiah virtual dengan anggota keluarga lainnya," kata Siddiqi.

Apa yang benar-benar dia nikmati tahun ini adalah tinggal di rumah selama bulan Ramadhan.

“Kami makan pagi dan malam bersama sebagai satu keluarga,” kata Siddiqi. “Kami mengatur meja bersama. Biasanya, kami banyak keluar selama bulan Ramadhan dan koneksi keluarga ini tidak ada. Tahun ini, kami makan dan berdoa bersama setiap hari.

Parade drive-by

Untuk perayaan Idul Fitri tahun ini, beberapa masjid telah menyelenggarakan parade drive-by melalui tempat parkir mereka. Siddiqi mengatakan masjid Garden Grove, akan memiliki relawan di drive-thru yang menyajikan teh kepada orang-orang di mobil.

Islamic Center of Irvine juga akan menyelenggarakan perayaan Idul Fitri drive-through dengan donat dari pukul 11:00 hingga 1:00 pada hari Minggu. Pengunjung diminta untuk menghias dan mendekorasi kendaraan mereka. Selanjutnya, relawan akan menempatkan donat di bagasi kendaraan sehingga tidak ada kontak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ramadan Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top