Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasien Covid-19 Berbagi Ventilator, Amankah?

Ventilator salah satu alat kesehatan yang dibutuhkan pasien Covid-19. Amankah bila satu ventilator dipakai bersama oleh pasien?
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  05:23 WIB
Sebuah ventilator ditempatkan di samping seorang pasien di ICU RS Sant Pau di Barcelona, Spanyol, Kamis (2/4/2020). - Bloomberg/Angel Garcia\\n
Sebuah ventilator ditempatkan di samping seorang pasien di ICU RS Sant Pau di Barcelona, Spanyol, Kamis (2/4/2020). - Bloomberg/Angel Garcia\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Ventilator salah satu alat kesehatan yang dibutuhkan pasien Covid-19. Amankah bila satu ventilator dipakai bersama oleh pasien?

Para ilmuwan, termasuk salah satu yang berasal dari India, muncul dengan pendekatan baru untuk berbagi ventilator antara pasien, yang mereka percaya dapat digunakan sebagai upaya terakhir untuk mengobati pasien Covid-19 dalam kesulitan pernapasan akut.

Para peneliti, termasuk Shriya Srinivasan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) di AS, mencatat bahwa semakin banyak pasien Covid-19 mengalami kesulitan pernapasan akut, dan ada banyak perdebatan mengenai gagasan berbagi ventilator.

Dikutip dari timesofindia.com, berbagi ventilator ini membutuhkan pemisahan tabung udara menjadi beberapa cabang, sehingga dua atau lebih pasien dapat dihubungkan ke mesin yang sama, kata Srinivasan, penulis utama penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Translational Medicine.

Beberapa asosiasi dokter telah mencegah praktik ini, mengatakan hal itu menimbulkan risiko bagi pasien, karena kesulitan dalam memastikan bahwa setiap pasien menerima jumlah udara yang tepat.

Sekarang, sebuah tim di MIT dan Brigham and Women's Hospital mempunyai pendekatan baru untuk ventilator yang terpisah, yang mereka yakini dapat mengatasi banyak masalah keamanan ini.

Mereka telah menunjukkan keefektifannya dalam tes laboratorium, tetapi masih mengingatkan bahwa itu harus digunakan hanya sebagai upaya terakhir selama keadaan darurat, ketika nyawa pasien dipertaruhkan.

"Kami berharap pendekatan ini, yang membutuhkan komponen yang tidak tersedia, pada akhirnya dapat membantu pasien yang sangat membutuhkan dukungan ventilator," kata Giovanni Traverso, asisten profesor MIT.

"Kami menyadari bahwa berbagi ventilator bukan standar perawatan, dan intervensi seperti ini hanya akan direkomendasikan sebagai jalan terakhir," kata Traverso.

Ventilator adalah mesin yang membantu orang bernapas dengan mengirimkan oksigen melalui tabung yang diletakkan di mulut atau hidung.

Negara-negara di seluruh dunia telah berjuang untuk mendapatkan ventilator yang cukup untuk menangani wabah Covid-19, kata para peneliti.

Tim MIT memasukkan katup aliran, satu untuk setiap cabang pasien, yang memungkinkan mereka untuk mengontrol jumlah udara yang diterima masing-masing.

"Katup aliran ini memungkinkan Anda untuk mempersonalisasikan aliran ke setiap pasien berdasarkan kebutuhan mereka," kata Srinivasan.

"Mereka juga memastikan bahwa jika satu pasien membaik atau memburuk, cepat atau lambat, ada cara untuk beradaptasi untuk itu," katanya.

Pemasangan juga termasuk katup pelepas tekanan yang dapat mencegah terlalu banyak udara masuk ke paru satu pasien, serta langkah-langkah keamanan termasuk alarm yang berbunyi ketika asupan udara pasien berubah, kata para peneliti.

Untuk membuat pengaturan, para peneliti menggunakan bagian-bagian yang biasanya tersedia di rumah sakit.

Bagian-bagian itu juga dapat diperoleh di toko-toko perangkat keras dan disterilkan, kata mereka.

Ventilator menghasilkan tekanan udara yang cukup untuk memasok enam hingga delapan pasien sekaligus, tetapi tim peneliti tidak merekomendasikan penggunaan satu ventilator untuk lebih dari dua orang, karena pemasangannya menjadi lebih rumit.

Para peneliti pertama kali menguji berbagi ventilator pada hewan dan paru-paru buatan.

Dengan mengubah sifat-sifat paru-paru buatan, peneliti dapat membuat banyak model yang mungkin berubah pada pasien; mereka juga menunjukkan bahwa pengaturan ventilator dapat disesuaikan untuk mengimbanginya. Selain itu, mereka juga membuktikan ventilasi dua hewan pada satu ventilator dan mempertahankan aliran udara yang diperlukan untuk keduanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19 Ventilator
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top