Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Orangtua Beli Sepatu Ukuran Lebih Besar untuk Anaknya, Tepatkah?

Masih banyak orangtua yang belum mengetahui seperti apa seharusnya memilih pakaian maupun alas kaki yang baik bagi anak-anak.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 13 Juni 2020  |  11:46 WIB
Sepatu bot - istimewa
Sepatu bot - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Anak-anak pada dasarnya memiliki kebutuhan sandang yang tak jauh berbeda dengan orang dewasa. Mereka membutuhkan pakaian dan juga alas kaki untuk menunjang aktivitasnya.

Namun, tak dapat dipungkiri jika masih banyak orangtua yang belum mengetahui seperti apa seharusnya memilih pakaian maupun alas kaki yang baik bagi anak-anak. Banyak di antaranya yang keliru dan akhirnya membuat anak merasa tidak nyaman atau bahkan menggangu pertumbuhannya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Lany Sulaiman mengatakan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya penggunaan alas kaki, terutama sepatu yang tepat untuk anak masih belum terbangun sepenuhnya. Dia menyebut masih ada saja orangtua yang memberikan sepatu dengan ukuran yang tidak sesuai dengan ukuran kaki buah hatinya.

“Masih ada yang membelikan sepatu satu atau dua nomor lebih besar, alasannya agar bisa lebih lama dipakai. Padahal, kan itu tidak baik untuk pertumbuhan dan kesehatan kaki anak-anak,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Seperti diketahui, dibanding ukuran kaki orang dewasa, perubahan ukuran kaki anak sangat cepat berubah hingga usia mereka menginjak 10 tahun.

Namun demikian, menurut Lany saat ini kesadaran masyarakat akan pentingnya sepatu untuk anak-anak sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan satu dekade lalu. Pertumbuhan kelas menengah yang sedemikian pesat ditambah dengan kemudahan memperoleh informasi menggunakan internet menjadi faktor pendorong tumbuhnya kesadaran tersebut.

“Selain itu, pengaruh fesyen juga. Orang tua ingin anaknya tampil kompak dengan mereka. Termasuk untuk sepatunya. Oleh karena itu, saat ini banyak bermunculan sepatu anak yang modelnya menyerupai sepatu untuk orang dewasa ya dengan ukuran lebih kecil tentu,” tuturnya.

Adapun, untuk tren sepatu anak-anak saat ini menurut Lany didominasi oleh produk berbahan dasar non-kulit. Sepatu anak yang diminati saat ini sebagian besar menyerupai sepatu kets atau sepatu olahraga berbahan kain yang sudah barang tentu lebih nyaman digunakan dibandingkan sepatu berbahan kulit.

Lebih lanjut, perempuan yang sempat memproduksi sepatu anak-anak berbahan dasar kulit itu menyebut pangsa pasar sepatu anak-anak di Indonesia tidak bisa dibilang kecil. Menurutnya, permintaan sepatu anak-anak mengalami peningkatan yang cukup signifikan selama beberapa tahun terakhir.

“Saat ini mungkin [pangsa pasarnya] sudah separuh-separuh atau 50% dari keseluruhan ya. Tidak bisa dibilang kecil,” ungkapnya.

Perlu diketahui, produksi sepatu Indonesia menduduki peringkat ke-4 di dunia dengan total produksi mencapai 1,41 miliar pasang sepatu sepanjang 2018.

Terakhir, menurut Lany, pada dasarnya proses produksi sepatu anak tidak jauh berbeda dengan sepatu untuk orang dewasa. Namun, ukurannya yang lebih kecil serta dibutuhkan penyesuaian khusus agar nyaman digunakan oleh anak-anak membuat prosesnya sedikit lebih rumit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepatu
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top