Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Obesitas Dapat Tingkatkan Risiko Kematian Akibat Infeksi Virus Corona

Namun, penelitian terhadap pasien Covid-19 di Perancis, Italia, China dan Amerika Serikat telah mengidentifikasi kondisi kronis yang dapat menempatkan pasien berusia muda juga berisiko, yakni obesitas
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  16:55 WIB
Ilustrasi obesitas - Istimewa
Ilustrasi obesitas - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Sekarang, kebanyakan orang paham bahwa lansia sangat rentan terhadap Covid-19.

Namun, penelitian terhadap pasien Covid-19 di Perancis, Italia, China dan Amerika Serikat telah mengidentifikasi kondisi kronis yang dapat menempatkan pasien berusia muda juga berisiko, yakni obesitas.

Dilansir melalui Guardian, obesitas meningkatkan risiko kegagalan pernapasan, mengubah sistem kekebalan tubuh dan dapat menyebabkan peradangan kronis yang dapat dengan cepat meningkat di luar kendali dengan infeksi virus corona.

Kermit Jones, seorang dokter penyakit dalam dan pengacara di California Utara, mengatakan bahwa setelah wabah Covid-19, masyarakat harus lebih waspada dengan risiko obesitas, tidak hanya sebagai penyakit tetapi juga sebagai darurat kesehatan masyarakat.

"Sebagai seorang internis, saya tahu betapa sulitnya bagi beberapa pasien untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Tetapi jalan menuju gaya hidup sehat membutuhkan perubahan dalam hubungan dokter-pasien itu sendiri - dan mungkin akan menjadi perubahan yang radikal," ujarnya seperti dikutip melalui Guardian, Senin (15/6).

Untuk mengatasi obesitas, kuncinya adalah intervensi dini. Jika pasien dapat mengubah hidup mereka sebelum menderita konsekuensi penyakit kronis, mereka memiliki peluang jauh lebih besar untuk hidup lebih lama, hidup lebih sehat dengan atau tanpa Covid-19.

Tetapi perubahan ini membutuhkan jenis hubungan dokter-pasien intensif yang melampaui keterlibatan konvensional pada diet dan olahraga.

Pasien berhak mendapatkan saran medis yang disesuaikan dengan metabolisme, komposisi tubuh, dan faktor individu terkait lainnya.

Mereka juga pantas mendapatkan waktu dan ruang untuk memberikan informasi mendalam kepada dokter mereka tentang lingkungan dan kebiasaan mereka. Dengan cara ini, dokter dapat memberikan saran medis kepada pasien mereka dalam konteks yang tepat.

"Tentu, ini bukan tentu cara yang paling menguntungkan untuk praktik kedokteran, tetapi pasien yang paling berisiko menjadi gemuk tidak hanya layak mendapatkan perawatan intensif semacam ini. Mereka membutuhkannya," tambahnya.

Mereka juga membutuhkan pemerintah untuk mempromosikan preventif kesehatan di tingkat nasional.

Setidaknya di AS, pemerintah federal dan negara bagian harus menawarkan insentif pajak kepada perusahaan yang menyediakan pekerja mereka setidaknya lima jam sepekan untuk berolahraga selama jam kerja.

Demikian juga, mereka harus memberikan kredit pajak individu untuk mereka yang mengambil kursus terkait modifikasi gaya hidup ketika mereka masih sehat.

Kembali ke kondisi normal saja tidak cukup.

Salah satu hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk mempersiapkan pandemi berikutnya adalah mencegah penyakit kronis sebelum pandemi baru dimulai.

"Sebagai penyedia layanan kesehatan, kami memiliki sumpah untuk membantu pasien kami dan mengadvokasi mereka. Saatnya untuk mengendalikan epidemi obesitas di negara kita sekarang," katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obesitas Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top