Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia, Begini Kelanjutannya

Di luar masalah reagen, proses pembuatan vaksin oleh Lembaga Eijkman tidak menemukan kendala.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  20:45 WIB
Ilustrasi-Para peneliti di dunia tengah berlomba untuk menciptakan vaksin virus corona (Covid-19) yang efektif. - Euronews
Ilustrasi-Para peneliti di dunia tengah berlomba untuk menciptakan vaksin virus corona (Covid-19) yang efektif. - Euronews

Bisnis.com, JAKARTA - Tahapan uji coba pada hewan atas vaksin Covid-19 yang dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan saat ini pihaknya masih berada di tahapan pertama atau mengembangkan protein rekombinan sebagai sumber antigen virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.

Sebagai catatan, protein rekombinan yang dikembangkan di Indonesia adalah protein yang bisa mewakili protein S atau spike dan protein N atau nukleokapsid dari virus SARS-CoV-2 yang bersirkulasi di Indonesia.

"Jika itu sudah selesai berikutnya akan lebih cepat. Jika protein rekombinannya sudah ditemukan mungkin akan butuh waktu satu bulan untuk menyiapkan hewan percobaannya. Jadi kira-kira sekitar September [2020] mungkin bisa uji coba," kata Amin ketika dihubungi Bisnis, Selasa (16/6/2020).

Untuk bisa mendapatkan protein rekombinan yang sesuai, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman memperbanyak pengurutan genom (whole genom sequencing) dari virus SARS-CoV-2 yang beredar di Indonesia.

Sejauh ini, lembaga yang bermarkas di Rumah Sakit Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo itu berhasil mengumpulkan tujuh hasil whole genom sequencing

Seluruh hasil pengurutan tersebut diserahkan kepada Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID).

GISAID merupakan pengelola bank data untuk hasil whole genom sequencing virus SARS-CoV-2 dari seluruh dunia.

Terkait kendala yang dihadapi, Amin menyebutkan pada dasarnya selama ini tidak menemukan kendala berarti. Tahapan pengembangan yang berlangsung sejak Maret 2020 berjalan sebagaimana mestinya.

Namun, Amin tak menampik jika pengembangan yang dilakukan pada beberapa kesempatan harus terhenti lantaran kehabisan pereaksi kimia atau reagen.

"Stoknya saat ini terbatas, karena belinya juga harus di luar negeri, karena semuanya membutuhkan itu untuk memeriksa atau mengembangkan vaksin. Di luar itu tidak ada kendala," ungkapnya.

Amin menambahkan saat ini pihaknya harus menunggu selama dua bulan untuk menerima reagen yang sudah dipesan.

"Padahal dalam waktu normal hanya dibutuhkan waktu kurang dari dua minggu," ujar Amin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top