Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sherylta Pratyscha, Dari Kontes Kecantikan Hingga Menjadi Selebgram

Thysca menegaskan tarif yang sudah dia susun bisa dinegosiasikan dan bergantung pada produk yang dipromosikan
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  11:45 WIB
Sherylta Pratyscha - istimewa
Sherylta Pratyscha - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Malang melintang di berbagai kontes kecantikan sejak 2015 hingga sukses menyabet gelar Miss Cosmopolitan World 2017, membuat akun Instagram milik Sherylta Pratyscha kebanjiran pengikut.

Tercatat akun Instagram pribadinya @sherylta telah diikuti oleh lebih dari 27,4 ribu akun, baik dari dalam maupun luar negeri.

Demikian halnya dengan tawaran endorse atau paid promote yang tak kalah deras mengalir. Namun, siapa menyangka jika hal tersebut berawal dari sebuah ketidaksengajaan.

"Awalnya nggak ada buka-buka endorsement atau paid promote gitu. Paling-paling dulu ya bantu teman-teman aja yang jualan dipromosiin dagangan mereka. Bantu aja nggak ada imbalan. Eh kok banyak tawaran masuk dan lumayan [nilainya]," ungkapnya kepada Bisnis belum lama ini.

Thysca, demikian panggilan akrabnya mengaku mengelola sendiri seluruh akun sosial medianya. Demikian halnya dengan urusan endorsement atau paid promote yang juga dia urus sendiri, alih-alih menyiapkan asisten atau tim khusus seperti selebgram kebanyakan.

Alasannya sederhana, keberadaan asisten atau tim membuatnya tidak leluasa untuk bernegosiasi dengan pihak yang akan menggunakan jasanya untuk memasarkan produk.

"Ribet, ada perantara, prosesnya jadi lama. Pengalamanku waktu pakai asisten begitu. Sekarang ya DM (direct message) saja nanti aku langsung yang balas," ungkapnya.

Adapun, terkait dengan pendapatan yang diperoleh dari aktivitas endorsement dan paid promote perempuan asal Malang itu tak memberikan penjelasan secara detail. Namun yang jelas, tak lebih besar dibandingkan dengan pekerjaan utamanya sebagai model.

"Nggak gede-gede amat, kan iseng aja, kadang sebulan nggak ada [endorsement atau PP] sama sekali ya ada," selorohnya.

Thysca menyebut telah menyiapkan rate card atau tarif bagi pelaku usaha yang ingin memasarkan produknya melalui dirinya. Untuk unggahan di story, berada di rentang Rp500-800.000 ribu dan feed berkisar di angka Rp1-2,5 juta.

Tarif tersebut dia susun mengacu pada tarif dari teman-temannya yang sudah lebih dulu bergelut sebagai selebgram. Tentunya dengan memperhatikan jumlah pengikut.

Thysca menegaskan tarif yang sudah dia susun bisa dinegosiasikan dan bergantung pada produk yang dipromosikan. Lama waktu promosi yang harus dilakukan juga ikut mempengaruhi.

"Nggak harga mati, bisa dinegosiasikan. Aku juga lihat harga barangnya. Kalau memang mahal yang nggak perlu bayar lagi. Kalau mau [waktunya] diperpanjang ya bisa diatur lagi rate cardnya, fleksibel aja kok," paparnya.

Terakhir, untuk produk-produk yang dia terima untuk endorsement atau paid promote pada dasarnya tidak ada kriteria khusus. Asalkan bisa digunakan dan sesuai dengan latar belakang dirinya yang aktif di berbagai kontes kecantikan.

"Makanan aku terima, biasanya tapi di story saja. Kalau di feed ya lebih memilih yang sesuai sama aku saja. Bisa aku coba aku pakai nggak bohongi followersku juga intinya," tutupnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

selebritis Influencer
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top