Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hindari Makanan Ini Untuk Cegah Preeklamsia Pada Ibu Hamil

Hipertensi sebagai komplikasi dapat terjadi pada 7-9 persen kehamilan dan 18 persen dari kematian ibu hamil disebabkan hipertensi pada kehamilan.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  17:14 WIB
Ilustrasi ibu hamil
Ilustrasi ibu hamil

Bisnis.com, JAKARTA -- Tahukah Moms bahwa kehamilan dapat memengaruhi terjadinya hipertensi dan hipertensi saat hamil bisa menyebabkan kematian ibu dan janin.

Hipertensi sebagai komplikasi dapat terjadi pada 7-9 persen kehamilan dan 18 persen dari kematian ibu hamil disebabkan hipertensi pada kehamilan.

Perempuan disebut menderita hipertensi bila tekanan darahnya mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Beberapa jenis hipertensi yang umumnya terjadi pada ibu hamil antara lain hipertensi kronik, kronik dengan preeklamsia, gestasional, pre eklamsia dan eklamsia.

Rosnah Pinontoan, Sp.GK mengatakan bahwa banyak sekali orang bertanya apakah untuk menghindari preeklamsia maka harus mengurangi makanan yang berprotein tinggi, justru sebaliknya ibu hamil diharuskan mengonsumsi makanan yang cukup protein.

“Justru harus makan cukup protein, yang perlu jadi perhatian adalah garam. Hindari garam tinggi, jangan makan makanan kemasan atau yang mengandung pengawet, kalengan dan instant serta berhati-hati terhadap MSG,” ujarnya dalam forum #TanyaDokter Teman Bumil, Selasa (30/6/2020).

Hipertensi jarang menunjukkan gejala dan cara mendeteksinya biasanya melalui skrining. Namun, beberapa orang dengan tekanan darah tinggi melaporkan sakit kepala (terutama di bagian belakang kepala dan pada pagi hari), serta pusing, vertigo, tinitus (dengung atau desis di dalam telinga).

Kemudian, mengalami gangguan penglihatan atau pingsan dan beberapa gejala seperti: jantung berdebar-debar, sulit bernapas setelah bekerja keras atau mengangkat beban berat, mudah lelah, wajah memerah dan hidung berdarah.

Ia juga menambahkan bahwa makanan bernutrisi untuk ibu hamil juga tidak perlu makanan yang mahal maupun canggih. Justru makanan tradisional dan makin alami semakin baik.

“Yang penting ibu hamil mengonsumsi makanan yang seimbang yaitu ada karbo misalnya nasi ada lauk hewani misalnya telur atau ikan atau ayam dan ada tahu tempe atau kacang-kacangan dan sayuran. Ngemil boleh dengan buah.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hamil ibu hamil
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top