Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diet Tiru Puasa Berpotensi Obati Kanker Payudara

Para peneliti di USC dan IFOM Cancer Institute di Milan menguji hal tersebut pada tikus dan dalam dua uji klinis skala kecil terhadap pasien kanker payudara
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  11:12 WIB
Ilustrasi - Husin Parapat
Ilustrasi - Husin Parapat

Bisnis.com, JAKARTA – Berpuasa terbukti memberikan efek baik untuk kesehatan. Bahkan baru-baru ini para peneliti menemukan bahwa dengan melakukan diet mirip puasa dikombinasikan dengan terapi hormon berpotensi mengobati kanker payudara.

Para peneliti di USC dan IFOM Cancer Institute di Milan menguji hal tersebut pada tikus dan dalam dua uji klinis skala kecil terhadap pasien kanker payudara, bekerja sama dengan University of Genova. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature ini menemukan bahwa diet meniru puasa mengurangi insulin darah, faktor pertumbuhan mirip insulin 1 ( IGF1), dan leptin.

Pada tikus, efek ini tampak meningkatkan kekuatan obat hormon kanker tamoxifen dan fulvestrant dan menunda resistensi terhadapnya. Hasil dari 36 wanita yang diobati dengan terapi hormon dan diet meniru puasa menjanjikan, tetapi para peneliti mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan apakah efeknya akan dikonfirmasi dalam uji klinis skala besar.

"Studi baru kami menunjukkan bahwa diet meniru puasa bersama dengan terapi endokrin untuk kanker payudara memiliki potensi tidak hanya mengecilkan tumor tetapi juga membalikkan tumor yang resisten pada tikus," kata Valter Longo, co-senior penulis studi dilansir dari Medical Xpress, Kamis (23/7/2020)

Para peneliti mengatakan dua uji klinis kecil adalah studi kelayakan yang menunjukkan hasil yang menjanjikan, tetapi mereka sama sekali tidak konklusif. Mereka percaya hasil mendukung studi klinis lebih lanjut dari diet meniru-puasa yang digunakan dalam kombinasi dengan terapi endokrin pada kanker payudara hormone positif.

Para ilmuwan juga berkontribusi pada studi klinis baru-baru ini terhadap 129 pasien kanker payudara yang dilakukan dengan University of Leiden. Hasilnya, yang diterbitkan bulan lalu di Nature Communications, menunjukkan peningkatan kemanjuran kemoterapi pada pasien yang menerima kombinasi kemoterapi dan diet meniru-puasa.

Dalam dua uji klinis kecil baru, pasien dengan kanker payudara hormon positif yang menerima terapi estrogen bersama dengan siklus diet meniru-puasa tampaknya mengalami perubahan metabolisme yang serupa yang diamati pada tikus. Perubahan-perubahan ini termasuk pengurangan kadar insulin, leptin dan IGF1. Pada tikus, efek jangka panjang ini terkait dengan aktivitas anti kanker jangka panjang, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia.

"Beberapa pasien mengikuti siklus bulanan dari diet meniru-puasa selama hampir dua tahun tanpa masalah. Kami berharap program nutrisi yang meniru puasa suatu hari nanti bisa menjadi senjata untuk melawan kanker pada pasien yang menerima terapi hormon tanpa efek samping yang serius,” sebut salah satu penulis studi ini, Alessio Nencion.

Data juga menunjukkan bahwa pada tikus, diet meniru-puasa mencegah hiperplasia endometrium yang diinduksi tamoxifen, suatu kondisi di mana endometrium (atau lapisan rahim) menjadi tebal abnormal. Penulis penelitian meyakini potensi penggunaan diet puasa ini harus dieksplorasi lebih lanjut, mengingat prevalensi efek samping tamoxifen ini.

Sekitar 80 persen dari semua kanker payudara mengekspresikan reseptor estrogen danprogesteron. Bentuk terapi hormon yang paling umum untuk kanker payudara ini bekerja dengan menghalangi hormon dari menempel pada reseptor pada sel kanker atau dengan mengurangi produksi hormon tubuh. Terapi endokrin sering efektif pada tumor-hormon reseptor-positif ini, tetapi manfaat jangka panjangnya sering terhambat oleh resistensi pengobatan.

Beberapa uji klinis, termasuk satu di USC pada pasien kanker payudara dan prostat, sekarang sedang menyelidiki efek dari diet peniru puasa dalam kombinasi dengan berbagai obat penangkal kanker.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Puasa diet
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top