Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meski Vaksin Covid-19 Ditemukan, Seperti Flu, Virus Corona akan Tetap Ada

Van-Tam mengatakan dirinya sangat optimis bahwa vaksin akan dapat digunakan pada akhir tahun ini. Akan tetapi, tidak mungkin untuk menawarkan kekebalan lengkap dan harus melibatkan adaptasi lebih lanjut dari program vaksinasi.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  13:24 WIB
Vaksin tuberkulosis
Vaksin tuberkulosis

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Kepala Medis Inggris, Jonathan Van-Tam mengatakan bahwa masyarakat di seluruh dunia harus belajar untuk hidup berbarengan virus corona baru dengan cara yang sama seperti pada penyakit flu.

Van-Tam mengatakan dirinya sangat optimis bahwa vaksin akan dapat digunakan pada akhir tahun ini. Akan tetapi, tidak mungkin untuk menawarkan kekebalan lengkap dan harus melibatkan adaptasi lebih lanjut dari program vaksinasi.

Dia menyebut bahwa penerapan dan implementasi jarak sosial akan tetap dilakukan dalam beberapa bentuk sampai musim semi sembari seluruh pihak bersama-sama mengendalikan infeksi virus pandemi Covid-19.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Vaksin inggris Kate Bingham menuturkan bahwa dia pada akhirnya bakal lebih percaya pada sains ketimbang tindakan sosial dalam upaya mengatasi pandemi, “Lockdown adalah instrumen tumpul. Sains pada akhirnya akan mengalahkan pandemi ini,” katanya seperti dikutip Express, Senin (27/7).

Van-Tam juga percaya bahwa setelah muncul vaksin potensial, yang salah satunya dikembangkan oleh University of Oxford, bakal mendorong upaya perang yang lebih cepat dan memicu respons kekebalan. Sebagaimana diketahui, saat ini Inggris telah memesan 100 juta dosis vaksin.

Ditanya tentang optimisme dari vaksin yang dikembangkan, Van-Tam berkata pihaknya sangat optimistis vaksin itu bakal tersedia pada akhir tahun ini. Hanya saja, pihaknya belum tahu pada kelompok umur mana vaksin akkan efektif dan berapa lama efektivitas tersebut akan bertahan.

Selain itu, dia juga menyebut kemungkinan adanya booster dengan cara yang sama terhadap penyakit flu, yakni program vaksinasi flu tahunan berulang. Kemungkinan lain, lanjutnya, bahwa vaksin pertama yang didapatkan bukan merupakan vaksin yang bakal diandalkan dalam jangka panjang.

“Itu semua tidak diketahui, tetapi saya tidak berpikir itu bakal meruntuhkan optimisme yang ada. Ada begitu banyak upaya secara internasional dan begitu banyak kandidat vaksin yang berbeda, kemungkinan besar salah satunya akan terbukti berhasil,” katanya.

Namun, dia juga mengingat kan bahwa sejauh mana vaksin bisa membawa masyarakat keluar dari rentetan pandemi Covid-19 masih belum diketahui. Menurutnya, vaksin utamanya akan berguna pada pasien dengan gejala parah, yang berarti masyarakat belum sampai pada titik memberantas Covid-19.

Vat-Nam bahkan mengatakan virus ini bisa menjadi salah satu virus yang akan hidup berdampingan dengan masyarakat, layaknya flu yang terjadi musiman dan dari tahun ke tahun. Dia memperingatkan bahwa flu membunuh sekitar 17.000 orang di Inggris setiap musim dingin.

“Kami berbicara banyak tentang angka kematian yang mengerikan, yang baru saja dialami dari Covid-19 dan ada banyak perhatian tentang hal itu. Vaksin tidak mungkin memberantas total penyakit ini, dan penyakit ini akan datang lalu pergi selama bertahun-tahun mendatang,” tandasnya.

Dia mengatakan bahwa ketakutan akan flu ditambah Covid-19 yang beredar pada musim dingin tahun ini sangat mengkhawatirkan. Oleh sebab itu, pihaknya mendesak agar masyarakat mendapatkan vaksinasi flu sebelum musim dingin tiba.

Dia juga percaya bahwa langkah-langkah pembatasan jarak sosial akan tetapi dilakukan hingga tahun depan. Menurutnya, tindakan ini bakal memainkan peran penting untuk keselamatan masyarakat di tengah kekhawatiran gelombang kedua pandemi.

Sementara itu, Bingham mengatakan bahwa Inggris akan berada di titik yang lebih terang, ketika lockdown mulai dikurangi tetapi sudah ada berbagai kemungkinan perawatan terhadap Covid-19, yang sebelumnya tidak ada.

Selain vaksin, dia menyebut bahwa Inggris juga punya obat-obatan yang sedang dikelola secara efektif dengan campuran obat-obat antivirus. Ada banyak orang yang bisa digunakan melawan Covid-19 dan akan dikembangkan serta dikombinasikan dengan vaksin yang tersedia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top