Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkes : Ada 802 Klaster Penyebaran Covid-19 di Indonesia

Staf khusus Menteri Kesehatan, Mariya Mubarika, mengatakan ratusan klaster itu ditemukan dari hasil tracing.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Agustus 2020  |  20:23 WIB
Sel virus corona - istimewa
Sel virus corona - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan menyebutka  ada 802 klaster penyebaran virus corona selama pandemi covid-19.

Staf khusus Menteri Kesehatan, Mariya Mubarika, mengatakan ratusan klaster itu ditemukan dari hasil tracing.

“Tracing kami terhadap klaster-klaster di Indonesia, sekarang ada 802 klaster,” kata Mariya dalam diskusi webinar, 9 Agustus 2020 dikutip dari Tempo.co

Mariya mengatakan, data dari rumah sakit online per 8 Juli, klaster penyebaran Covid-19 yang terbaru berada di RSUD Sultan Sulaiman, Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Rumah sakit tersebut menjadi klaster baru setelah sejumlah tenaga kesehatan terkonfirmasi positif Covid-19.

Meski begitu, Mariya mengatakan klaster dengan kasus positif Covid-19 terbanyak masih berada di Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD di Bandung. Beberapa waktu lalu, Secapa TNI AD tercatat memiliki 1.308 pasien positif. Saat ini, pasien positif di Secapa AD Bandung itu tersisa 67 orang.

Menurut Mariya, meski kasus positif di Indonesia semakin meningkat, pemerintah masih bisa mengendalikan angka kematian. Selain itu, data menunjukkan jumlah kesediaan tempat tidur di rumah sakit juga masih mencukupi. “Meski kasus meningkat tinggi, tapi yang dirawat tidak tinggi,” kata dia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona kemenkes

Sumber : Tempo.co

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top