Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WHO : 172 Negara Sudah Terikat Komitmen dengan Rencana Distribusi Vaksin Covid-19

WHO juga menyatakan lebih banyak dana diperlukan dan negara-negara sekarang perlu membuat komitmen yang mengikat.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  07:26 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyatakan sekitar 172 negara terlibat dengan fasilitas Covax yang dirancang untuk memastikan akses yang adil ke vaksin Covid-19 secara global.

WHO juga menyatakan lebih banyak dana diperlukan dan negara-negara sekarang perlu membuat komitmen yang mengikat. Adapun negara-negara yang ingin menjadi bagian dari rencana Covax global memiliki waktu hingga 31 Agustus untuk menyampaikan pernyataan ketertarikan, dengan konfirmasi niat untuk bergabung hingga 18 September, dan pembayaran awal jatuh tempo pada 9 Oktober 2020.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan fasilitas itu penting untuk mengakhiri pandemi Covid-19, dan tidak hanya akan mengumpulkan risiko bagi negara-negara yang mengembangkan dan membeli vaksin, tetapi juga memastikan harga dijaga "serendah mungkin".

"Nasionalisme vaksin hanya membantu virus kian berkembang," katanya dalam jumpa pers.

"Keberhasilan fasilitas COVAX tidak hanya bergantung pada negara-negara yang mendaftar, tetapi juga mengisi kesenjangan pendanaan utama." Tambahnya.

COVAX dipimpin bersama oleh aliansi vaksin GAVI, WHO dan Koalisi CEPI untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi dan dirancang untuk menjamin akses yang adil secara global ke vaksin COVID-19 setelah dikembangkan dan diizinkan untuk digunakan.

Saat ini ada sembilan kandidat vaksin Covid-19 sedang dikembangkan dan tujuannya adalah untuk mengamankan pasokan dan memberikan 2 miliar dosis di seluruh negara yang mendaftar pada akhir 2021.

"Awalnya, ketika pasokan terbatas (vaksin Covid-19), penting untuk memberikan vaksin kepada mereka yang berisiko tertinggi di seluruh dunia," kata Tedros.

Dia mengatakan ini termasuk petugas kesehatan di garis depan pandemi, yang "penting untuk menyelamatkan nyawa dan menstabilkan sistem kesehatan secara keseluruhan".

Ia juga mendesak negara-negara untuk bergabung dengan rencananya untuk memastikan akses yang adil ke vaksin Covid-19 sehingga mereka dapat bekerja sama secara terkoordinasi.

Bruce Aylward, penasihat senior direktur jenderal WHO, mengatakan pada jumpa pers bahwa hal terpenting adalah memastikan bahwa beberapa vaksin sampai ke semua negara sedini mungkin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who vaksin Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top