Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berapa Jam Masker Kain Aman Untuk Dipakai?

Masker kain yang digunakan di masyarakat, tidak boleh satu lapis. rnKemenkes: Masker Kain Tidak Boleh Dipakai Lebih dari Empat Jam
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  17:38 WIB
Beranggotakan 8 perempuan dari Desa Kalihurip, Karawang, KSH memutuskan untuk memproduksi masker kain pada awal April. / AHM
Beranggotakan 8 perempuan dari Desa Kalihurip, Karawang, KSH memutuskan untuk memproduksi masker kain pada awal April. / AHM

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali mengimbau masyarakat untuk tidak mengenakan masker kain lebih dari empat jam.

"Pada masker kain, disarankan maksimal empat jam, setelah itu  ganti dengan yang baru atau bersih. Apabila basah atau lembab harus segera diganti," cuit akun Twitter resminya @KemenkesRI pada Kamis (1/10/2020).

Selain itu, kementerian yang dipimpin oleh dr.Terawan Agus Putranto itu juga mengimbau masyarakat agar tidak asal-asalan menggunakan masker kain. Masker yang dipakai harus memiliki tingkat kerapatan atau pori-pori yang baik.

"Masker kain yang banyak dipakai masyarakat tidak boleh sembarangan dengan kain tipis seperti masker scuba dan buff, pada masker kain setidaknya dua lapis," lanjutnya.

Sebagai catatan, ada tiga jenis masker yang direkomendasikan oleh Kemenkes antara lain masker N95, masker bedah, dan masker kain.

Berbicara mengenai masker kain, belum lama ini Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan Standar Nasional Indonesia untuk masker tersebut.

Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN Nasrudin Irawan mengatakan SNI 8914:2020 Tekstil – Masker dari kain merupakan SNI baru yang disusun oleh Komite Teknis 59-01 Tekstil dan Produk Tekstil dalam rangka mendukung pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 melalui penggunaan masker kain.

“SNI 8914:2020 menetapkan persyaratan mutu masker yang terbuat dari kain tenun dan/atau kain rajut dari berbagai jenis serat, minimal terdiri dari dua lapis kain dan dapat dicuci beberapa kali. Meskipun demikian, dalam ruang lingkup SNI ini, terdapat pengecualian, yaitu standar ini tidak berlaku untuk masker dari kain nonwoven [nirtenun] dan masker untuk bayi," kata Nasrudin.

Dalam SNI 8914:2020, masker kain dibagi kedalam tiga tipe, yaitu tipe A masker kain untuk penggunaan umum, tipe B untuk penggunaan filtrasi bakteri, dan tipe C untuk filtrasi partikel.

Adapun, pengujian yang dilakukan, diantaranya uji daya tembus udara dilakukan sesuai SNI 7648; uji daya serap dilakukan sesuai SNI 0279; uji tahan luntur warna terhadap pencucian, keringat, dan ludah; pengujian Zat warna azo karsinogen; serta aktivitas antibakteri.

Untuk pengemasan, menurut Nasrudin, masker dari kain ini dikemas per buah dengan cara dilipat dan/atau dibungkus dengan plastik.

Terkait penandaan pada kemasan masker dari kain sekurang-kurangnya harus mencantumkan merek; negara pembuat; jenis serat setiap lapisan; anti bakteri, apabila melalui proses penyempurnaan anti bakteri; tahan air, apabila melalui proses penyempurnaan tahan air; pencantuman label: ”cuci sebelum dipakai”; petunjuk pencucian; serta tipe masker dari kain.


#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes Virus Corona masker Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top