Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WHO: Herd Immunity Strategi Salah Tangani Pandemi Secara Etis Maupun Ilmiah

Direktur Jederal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan tidak pernah dalam sejarah kesehatan masyarakat menggunakan herd immunity sebagai strategi untuk merespon wabah, membiarkan pandemi.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  13:08 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi info perkembangan situasi wabah Covi-19 di Jenewa, Swiss (24/2/2020).  - Antara/Reuters
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi info perkembangan situasi wabah Covi-19 di Jenewa, Swiss (24/2/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Metode herd immunity sempat menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat menyusul berbagai studi terkait pada awal masa pandemi bahkan hingga saat ini.

Direktur Jederal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan tidak pernah dalam sejarah kesehatan masyarakat menggunakan herd immunity sebagai strategi untuk merespon wabah, membiarkan pandemi.

"Itu [herd immunity] secara ilmiah maupun etis bermasalah," ungkap Tedros pada pembukaan pengarahan media yang diunggah melalui website WHO Senin (12/10/2020).

Menurut Tedros herd immunity adalah sebuah konsep yang digunakan untuk vaksinasi, dimana saat populasi dapat dilindungi dari virus tertentu jika ambang vaksinasi tercapai.

Contohnya herd immunity terhadap campak yang membutuhkan 95 persen populasi divaksinasi. Lima persen sisanya akan dilindungi dengan fakta campak tidak akan menyebar diantara mereka yang divaksinasi. Contoh lainnya, polio berada di ambang 80 persen.

Pada kasus-kasus tersebut herd immunity tercapai dengan memproteksi orang dari virus, tidak dengan memaparkan manusia pada virus tersebut.

Sementara imunitas Covid-19 hingga saat ini masih belum diketahui. Banyak kasus orang yang sudah terinfeksi Covid-19, kemudian terinfeksi kembali untuk kedua kalinya.

Selain itu sebagian besar orang rentan terhadap virus ini. Membiarkan virus beredar berarti membiarkan infeksi, kesulitan, dan kematian yang tidak diperlukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top