Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penolakan Vaksin Virus Corona Tak Datangkan Herd Immunity

Herd Immunity terjadi ketika proporsi yang cukup dari suatu populasi kebal terhadap penyakit menular, baik melalui cara alami atau vaksinasi, sehingga penyebaran dari orang ke orang menjadi tidak mungkin.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  14:22 WIB
Ilustrasi dokter akan menyuntikkan vaksin - istimewa
Ilustrasi dokter akan menyuntikkan vaksin - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Penolakan penggunaan vaksin virus corona (Covid-19) tidak akan mendatangkan herd immunity bagi masyarakat.

Anthony Fauci, ahli penyakit menular dan Direktur National Institute of Allergy and Infctious Disease (NIAID) menyebut bahwa Amerika Serikat tidak akan mencapai tingkat kekebalan yang cukup lantaran warganya banyak yang menolak menggunakan vaksin.

Sebagaimana diketahui, para ilmuwan dari berbagai penjuru dunia termasuk ilmuwan dan perusahaan bioteknologi di negara itu sedang mengembangkan vaksin untuk penyakit Covid-19. Pemerintah Amerika Serikat sendiri mendukung tiga pengembangan vaksin yang sedang dalam tahap uji klinis.

“[Pengembangan vaksin] terbaik yang pernah kami lakukan adalah campak dengan 97 hingga 98 persen efektivitasnya. Akan luar biasa jika kita bisa mencapai angka 70 hingga 75 persen tingkat vaksin corona yang efektif,” katanya seperti dikutip CNN, Senin (29/6/2020).

Namun, sebuah jajak pendapatan yang dilakukan CNN pada bulan lalu menyatakan bahwa sepertiga orang Amerika Serikat mengatakan tidak akan mencoba untuk mendapatkan vaksinasi terhadap Covid, bahkan jika vaksin tersedia secara luas dan berbiaya rendah.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Fauci ditanya mengenai apakah vaksin dengan kemanjuran 70 hingga 75 persen yang diberikan hanya kepada dua per tiga populasi akan memberikan kekebalan kawanan (herd immunity) terhadap virus.

Dia menjawab hal itu tidak mungkin. Herd Immunity terjadi ketika proporsi yang cukup dari suatu populasi kebal terhadap penyakit menular, baik melalui cara alami atau vaksinasi, sehingga penyebaran dari orang ke orang menjadi tidak mungkin.

Upaya Edukasi Vaksin Corona Tidak Mudah

Fauci mencatat bahwa ada perasaan umum yang mengarah pada anti-sains, anti-otoritas, dan anti-vaksin di antara beberapa orang di negaranya. Persentase dari orang-orang ini juga tak bisa dibilang sedikit.

Oleh sebab itu, lanjutnya, pemerintah memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mendidik orang tentang kebenaran vaksin. Dia bahkan menyebut bahwa pemerintah memiliki program pendidikan vaksin untuk menangkal pesan anti-vaksin yang ada.

“Masyarakat mungkin tidak menyukai orang pemerintahan seperti saya yang menggunakan setelah jas untuk memberi tahu mereka. Mereka benar-benar perlu melihat orang lain yang dekat dengan komunitas mereka – tokoh olahraga, pahlawan komunitas, orang yang mereka pandang,” ujarnya.

Fauci Memberi Catatan Beberapa Negara Terkait Upaya Penanganan Corona

Fauci juga mengemukakan komentarnya tentang vaksin selama wawancara dengan CNN. Ketika ditanya tentang berapa nilai yang akan diberikan kepada negara-negara terkait penanganan Covid-19, dia mengatakan beberapa negara bagian di AS melakukan upaya lebih baik dibandingkan yang lain.

“Beberapa negara akan mendapatkan A+. Beberapa mendapatkan A dan yang lainnya turun di C,” ujarnya. Dia memberikan nilai A untuk New York, tetapi menolak menyebut negara dengan nilai C.

Menurutnya, ada beberapa negara di mana kepemimpinan dan keputusan yang diambil agak terlalu cepat. Selain itu, ada juga negara yang pemimpinnya melakukan tindakan benar, tetapi warganya tidak demikian.

Fauci mengatakan di negara-negara di mana terlihat orang telah berkumpul tanpa menggunakan topeng, di situlah salah satu titik bencana yang ada. Dia menambahkan bahwa dirinya mengerti banyak yang ingin bercengkrama setelah berbulan-bulan terkurung, tetapi tetap memperingatkan mereka.

“Fakta bahwa Anda terinfeksi berarti kemungkinan Anda akan menginfeksi orang lain, yang mungkin menginfeksi orang lain lagi, kemudian menginfeksi orang yang rentan. Orang itu bisa saja paman, bibi, nenek, atau anak dengan leukemia,” katanya.

Kontak Pelacakan Tidak Berjalan dengan Baik

Sampai ada vaksin yang tersedia, salah satu kunci untuk mengendalikan virus adalah dengan pelacakan kontak, sebuah praktik kesehatan masyarakat yang mencoba menahan wabah dengan mengisolasi orang yang terinfeksi dan mengkarantina orang yang melakukan kontak dengan pasien.

Namun demikian, Fauci menilai kondisi pelacakan kontak di Amerika Serikat tidak bekerja dengan baik. Hal itu terjadi karena berbagai sebab. Pelacakan kontak terhalang oleh kenyataan bahwa begitu banyak orang yang terinfeksi dan tidak memiliki gejala.

Dia menyebut di daerah yang virusnya menyebar di tengah masyarakat, sekitar 20 persen hingga persen di antara orang yang terinfeksi tidak menunjukkan adanya gejala atau asimptomatik.

“Ketika Anda memiliki banyak komunitas, itu menjadi berbahaya karena ada begitu banyak orang yang mungkin terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala. Paradigma klasik standar identifikasi, isolasi, pelacakan kontak tidak berfungsi karena Anda tidak tahu siapa yang ditelusuri,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top