Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Studi Global Identifikasi Kelemahan Virus Corona

Dalam 20 tahun terakhir, dunia telah menghadapi tiga gelombang virus corona yang mematikan yakni SARS-CoV-1 penyebab SARS, MERS-CoV penyebab penyakit MERS, dan terbaru SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  18:02 WIB
Ilustrasi-Tes virus Corona - Antara
Ilustrasi-Tes virus Corona - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah studi anyar menemukan ada kerentanan umum di antara tiga virus corona mematikan yakni SARS-CoV-2, SARS-CoV-1, dan MERS-CoV yang dapat mengarah pada target menjanjikan untuk penghambatan virus corona secara luas.

Dalam 20 tahun terakhir, dunia telah menghadapi tiga gelombang virus corona yang mematikan yakni SARS-CoV-1 penyebab SARS, MERS-CoV penyebab penyakit MERS, dan terbaru SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Dilansir dari Medical Xpress, Jumat (16/10) sebuah penelitian dari tim ilmuwan Institute for Biomedical Sciences di Georgia State University mengidentifikasi kesamaan antara virus corona tersebut dan menyoroti beberapa proses seluler bersama dan target protein tertentu.

Penelitian tersebut dilakukan untuk mencari titik tertentu yang bisa digunakan sebagai target intervensi terapeutik untuk pandemi saat ini dan masa depan, sebagai upaya penanganan dan preventif atau pencegahan.

Penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi lebih dari 300 protein sel inang yang dapat berinteraksi dengan protein SARS-CoV-2. Dalam studi ini, para peneliti menyaring masing-masing protein sel dalam kapasitas mereka untuk mengubah seberapa baik virus tumbuh.

Christopher Basler, profesor dan direktur Pusat Patogenesis Mikroba di Institut Ilmu Biomedis mengatakan upaya ini mengidentifikasi setidaknya 20 gen inang yang produk proteinnya secara signifikan mengubah berapa banyak virus yang diproduksi oleh sel terinfeksi.

"Protein tersebut mewakili target potensial untuk intervensi terapeutik. Misalnya, jika protein seluler diperlukan untuk pertumbuhan virus yang efisien, obat yang menghambat protein seluler akan memperlambat infeksi,” katanya.

Hasil tersebut dicapai oleh kolaborasi di antara hampir 200 peneliti dari lebih dari 14 institusi terkemuka di enam negara. Adapun, studi multidisiplin global juga menganalisis catatan medis sekitar 740.000 pasien SARS-CoV-2 untuk mengidentifikasi terapi yang disetujui dengan potensi penyebaran cepat untuk mengobati Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ilmuwan muda Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top