Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

4 Jenis Mastektomi, Prosedur Pengangkatan Payudara untuk Pasien Kanker

Spesialis Onkologi, dr. Desak Gede Agung Suprabawati mengatakan ada beberapa jenis mastektomi untuk pasien kanker payudara.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 17 Oktober 2020  |  13:11 WIB
Ilustrasi kanker payudara - Istimewa
Ilustrasi kanker payudara - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Mastektomi atau operasi pengangkatan payudara menjadi pilihan sebagian besar pasien kanker payudara. Hal ini untuk mencegah virus kanker menyebar ke organ-organ tubuh lainnya.

Spesialis Onkologi, dr. Desak Gede Agung Suprabawati mengatakan ada beberapa jenis mastektomi untuk pasien kanker payudara.

Pertama, mastektomi sederhana atau simple. Jenis ini mengangkat seluruh kelenjar payudara dan puting.

Kemudian mastektomi radikal modifikasi yang mengangkat kelenjar getah bening di ketiak karena ketiak adalah pangkal utama kelenjar getah bening di payudara.

"Dari spesimen operasi nanti bisa ditentukan apakah kankernya sudah menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak, apakah kankernya sudah terangkat semua atau tidak," ujarnya dalam diskusi online memperingati Bulan Kesadaran Kanker Payudara yang digelar PT Kalbe Farma, Sabtu (17/10/2020).

Dijelaskan Desak, prosedur mastektomi tidak hanya untuk tumor ganas atau kanker, namun juga tumor jinak yang ukurannya besar atau biasa disebut tumor filodes.

"Kendati jinak karena sudah tidak ada lagi jaringan payudara yang tersisa, maka harus diangkat seluruh payudara tapi tidak disertai kelenjar getah bening," jelasnya.

Jenis mastektomi selanjutnya yakni nipple sparing seperti yang pernah dilakukan Angelina Jolie. Artis Hollywood itu memiliki mutasi gen kanker dari orang tuanya. Mutasi gen seiring berjalan waktu, semakin bertambah usia, potensi kena kankernya semakin besar. Jenis prosedur ini mengangkat seluruh peyudara namun mempertahankan puting.

Desak menyebut ada pula mastektomi skin sparing. Prosedur operasi yang dilakukan yakni membuat puting payudara namun kulitnya dipertahankan.

"Kalau seperti itu bisa dilakukan rekonstruksi intermal. Bisa pakai jaringan tubuh pasien sendiri, bisa juga pakai silikon," jelasnya.

Desak menyebut untuk melakukan prosedur mastektomi, perlu dipastikan dulu kondisi tumor yang dialami. Apakah dalam kondisi jinak atau ganas.

"Untuk persiapan, melakukan foto, bisa mafografi bisa USG. Bahkan kalau dalam kondisi tidak jelas atau meragukan kita bisa memakai MRI di payudara," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker kanker payudara
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top