Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tersengat Pandemi Covid-19, JKT48 Bakal Pangkas Member dan Staf

Sejak awal pandemi, pertunjukan teater yang menjadi 'nyawa' bagi operasional JKT48 dihentikan, sedangkan sejumlah event seperti handshake dan konser juga tidak bisa dilakukan selama pandemi.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 November 2020  |  21:42 WIB
Tersengat Pandemi Covid-19, JKT48 Bakal Pangkas Member dan Staf
General Manager Theater JKT48, Melody Nurramdhani Laksani. - YouTube

Bisnis.com, JAKARTA – Bertambah satu lagi korban di dunia hiburan akibat pandemi Covid-19. Kali ini, grup idola terbesar di Indonesia, JKT48, mengakui bahwa pandemi memberikan tekanan yang luar biasa.

Melalui kanal YouTube resmi JKT48, General Manager Theater JKT48 Melody Nurramdhani Laksani mengumumkan rencana pengurangan jumlah member dan staf JKT48. Hal ini dilakukan sebagai satu-satunya cara untuk bertahan dari dampak pandemi.

Diketahui, grup idola yang berdiri sejak akhir tahun 2011 ini kini memiliki 70 member termasuk siswi akademi. Selain itu, operasional grup juga ditunjang oleh 50 orang staf.

“Oleh karena efek pandemi Covid-19 di Indonesia, kegiatan JKT48 jadi sangat sulit dijalankan sejak akhir bulan Maret,” demikian ungkap Melody, Selasa (10/11/2020).

Ia mengungkapkan bahwa sejak saat itu, pertunjukan teater dihentikan, sedangkan sejumlah event seperti handshake dan konser juga tidak bisa dilakukan selama pandemi. Hal ini membuat kegiatan JKT48 sangat terbatas.

“Kami merasa tujuan sebenarnya dari JKT48, yaitu memberikan energi positif dan semangat bagi semua orang di indonesia tidak dapat dilakukan dengan maksimal,” lanjutnya.

Terhentinya pertunjukan teater seakan membuat ‘nyawa’ grup ini hilang. Selain karena sulit mempertahankan konsep grup idola yang ditemui setiap saat, hilangnya pemasukan rutin dari pertunjukan memberikan dampak negatif terhadap cashflow grup.

Saat ini, manajemen telah melakukan sejumlah inovasi guna bertahan di antara pandemi, di antaranya pertunjukan teater secara live streaming dan event Video Call with JKT48. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk menutupi dampak negatif akibat pandemi.

Melody mengatakan secara bisnis, JKT48 mengalami kerugian yang sangat menyakitkan. Kondisi tersebut membuat JKT48 berada di posisi yang sulit untuk beroperasi, sehingga manajemen memutuskan untuk melakukan perubahan skala besar atau restrukturisasi.

Namun, Melody yang juga mantan member JKT48 ini belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kebijakan apa yang akan dilakukan. “Mengenai member dan rencana selanjutnya terkait hal ini akan kami umumkan lebih lanjut," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jkt48
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top