Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vaksin Moderna Efektif 94,5 Persen, Apa Bahan yang Digunakan?

Data sementara yang dirilis perusahaan Moderna menunjukkan bahwa vaksin baru mereka memiliki efektivitas hingga 94,5 persen. Perusahaan mengatakan bakal melanjutkan uji coba skala besar dan bermaksud mengajukan otoritas penggunaan darurat (EUA) ke regulator dalam beberapa minggu mendatang.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 17 November 2020  |  14:36 WIB
Moderna. - Bloomberg
Moderna. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Vaksin virus corona baru dari perusahaan bioteknologi Amerika Serikat bernama Moderna telah diuji pada 30.000 orang dan memberikan hasil yang aman. Ini merupakan kabar baik lainnya terkait hasil positif vaksin Covid-19 yang sebelumnya diumumkan juga oleh Pfizer dan BioNTech.

Data sementara yang dirilis perusahaan Moderna menunjukkan bahwa vaksin baru mereka memiliki efektivitas hingga 94,5 persen. Perusahaan mengatakan bakal melanjutkan uji coba skala besar dan bermaksud mengajukan otoritas penggunaan darurat (EUA) ke regulator dalam beberapa minggu mendatang.

CEO Moderna Stephane Bancal mengatakan perkembangan tersebut merupakan momen penting. Dia menyebut analisis sementara yang positif dari studi fase ketiga telah memberi validasi klinis bahwa vaksin mereka dapat mencegah penyakit Covid-19.

Dilansir dari Express UK, Selasa (17/11) bahan aktif vaksin merupakan bentuk bakteri atau virus tidak berbahaya, yang tidak menyebabkan penyakit. Vaksin seringkali mengandung sedikit bahan aktif, hanya beberapa mikrogram (sepersejuta gram) per dosis.

Peran bahan aktif vaksin adalah untuk mengenakan antigen, yang merupakan ciri untik dari bakteri atau virus, ke sistem kekeban tubuh. Hal tersebut menginduksi respons Imun spesifik dalam tubuh tanpa benar-benar membuat orang sakit.

Sistem kekebalan kemudian akan mengingat antigen sehingga jika bertemu dengan bakteri atau virus yang sebenarnya di masa mendatang, tubuh akan dengan cepat merespons sebelum orang jauh sakit.

Namun demikian, vaksin Moderna sedikit berbeda karena merupakan vaksin RNA. Artinya, hanya sebagian kecil dari kode genetik virus corona yang akan disuntik kan ke aliran darah.

Kode genetik kemudian akan mulai membuat protein virus yang cukup untuk melatih sistem kekebalan guna melawan bakteri atau virus. Vaksin diharapkan dapat melatih tubuh untuk membuat antibodi serta mengajarkan bagian lain seperti sel T untuk melawan.

Bahan utama lain dalam vaksin adalah air, yang sejauh ini paling melimpah. Selain itu, suntikan seringkali mengandung ajuvan yang membantu tubuh menciptakan respons Imun yang lebih kuat terhadap vaksin tersebut.

Adjuvan sangat baik untuk bayi dan orang tua yang memiliki respons Imun yang lebih rendah terhadap vaksin. Selain itu, vaksin juga mengandung pengawet dan penstabil untuk membantu menjaga dosis tetap bersih dan efektif.

Bahan-bahan ini seringkali ditemukan dalam tubuh atau dalam makanan pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada yang ada di vaksin, sehingga penerima dapat yakin itu tidak akan membahayakan kesehatan. Sama seperti dalam makanan, pengawet digunakan untuk menangkal kontaminasi yang tidak diinginkan.

Bahan-bahan vaksin mungkin memiliki nama yang asing dan tampak menakutkan, tetapi semuanya adalah bahan yang dapat ditemukan di tubuh dan makanan. Sangat penting untuk memahami bahwa semua bahan ini aman dan diperlukan untuk memastikan vaksin berkualitas baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top