Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vaksin Moderna dan Pfizer, Ini Gejala yang Terjadi Pada Relawan

Dua vaksin corona asal Amerika Serikat yakni Moderna dan Pfizer efektif mencegah Covid-19 masing-masing 94,5 persen dan 90 persen.
Syaiful Millah & Novita S. Simamora
Syaiful Millah & Novita S. Simamora - Bisnis.com 16 November 2020  |  21:28 WIB
Calon vaksin virus Corona (Covid-19). - Shutterstock
Calon vaksin virus Corona (Covid-19). - Shutterstock

Bisnis.com, JAKARTA - Dua vaksin asal Amerika Serikat menimbulkan secerca harapan untuk menyelesaikan pandemi virus corona (Covid-19).

Baru-baru ini, Moderna merilis bahwa vaksin corona yang dikembangkan bisa efektif mencegah Covid-19 hingga 94,5 persen, hanya dengan dua dosis suntikan. 

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Stephane Bancel, CEO Moderna membeberkan bahwa perusahaan bisa mendapatkan persetujuan darurat untuk kandidat vaksin virus corona pada bulan Desember.

Kini Moderna akan membawa data kemanjuran vaksin virus corona untuk diajukan ke otorisasi penggunaan darurat (EUA) ke Food and Drug Administration. Dia berharap segala proses berjalan lancar, maka vaksin bisa diproduksi sebanyak 500 juta dosis pada 2021.

Selain Moderna, ada juga vaksin Pfizer yang diciptakan oleh perusahaan Amerika Serikat bersama perusahaan asal Jerman, BioNTech. Vaksin Pfizer ini diklaim efektif mencegah Covid-19 hingga 90 persen.

Dua vaksin asal Negeri Paman Sam telah membawa kabar baik untuk pemulihan kesehatan global.

Pfizer dan BioNTech mengatakan pekan lalu bahwa hasil sementara menunjukkan vaksin itu 90 persen efektif dalam mencegah orang jatuh sakit akibat Covid-19, meskipun mereka belum memiliki cukup informasi tentang keamanan dan kualitas produksi.

“Yang mutlak penting adalah kita mendapatkan tingkat vaksinasi yang tinggi sebelum musim gugur atau musim dingin tahun depan. Jadi itu artinya semua imunisasi, pendekatan vaksin harus diselesaikan sebelum musim gugur mengarang,” kata Sahin.

Beberapa relawan yang mendapatkan suntikan dari vaksin virus corona dari dua perusahaan di AS mengaku mengalami demam, menggigil, flu dan sulit fokus usai mendapatkan suntikan  pertama. Namun, pada suntikan kedua, ada yang mengalami demam hingga harus terbaring.

Sementara itu, peserta uji coba Pfizer juga telah melaporkan gejala serupa. Salah satu peserta mengatakan bahwa dia menderita gejala mirip flu yang intens setelah mendapatkan suntikan kedua, yang membuat tubuhnya sangat gemetar.

Dia mengatakan bahwa dirinya masih ingin mendapatkan vaksin, tetapi membutuhkan waktu untuk istirahat yang cukup. “Rasanya sakit sekali bahkan saya hanya berbaring di atas kasur. Jika [vaksin] disetujui, saya kira orang harus mendapatkan vaksin tapi dengan pemberitahuan efek samping yang jelas,” tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Vaksin Virus Corona Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top