Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Novavax Tunda Uji Klinis Fase 3 Vaksin Corona di Amerika Serikat

Berita ini muncul di tengah optimisme vaksin dunia, di mana sejumlah perusahaan lain telah mengumumkan hasil awal dari uji klinis tahap akhir yang semuanya menunjukkan efektivitas terhadap Covid-19.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  11:19 WIB
Uji kandidat vaksin Covid-19.  - Jhonson & Jhonson
Uji kandidat vaksin Covid-19. - Jhonson & Jhonson

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembang vaksin virus corona baru, Novavax Inc telah mengumumkan penundaan kedua dari uji coba fase ketiga dari yang awalnya dijadwalkan pada bulan ini di Amerika Serikat. Perusahaan mengumumkan bahwa percobaannya kemungkinan besar akan dimulai pada Desember.

Berita ini muncul di tengah optimisme vaksin dunia, di mana sejumlah perusahaan lain telah mengumumkan hasil awal dari uji klinis tahap akhir yang semuanya menunjukkan efektivitas terhadap Covid-19.

Dilansir dari Fox News, Selasa (1/12) dalam siaran persnya, perusahaan mengatakan bahwa mereka mengharapkan uji klinis fase 3 yang penting di Amerika Serikat dan Meksiko akan dimulai dalam beberapa minggu mendatang.

Perusahaan melanjutkan bahwa data awal NVX-CoV2372 pada orang dewasa yang lebih tua, yang diperlukan untuk melanjutkan uji coba fase 3 telah ditinjau oleh Food and Drug Administration (FDA). Mereka bekerja dengan bada tersebut untuk menyelesaikan pekerjaan yang berkaitan dengan produksi skala komersial.

Sementara itu, di tempat lain Novavax telah bergerak maju dengan pengujian yang sedang berlangsung, termasuk di Inggris, di mana perusahaan telah mendaftarkan 15.000 peserta. Sekitar 25 persen di antaranya berusia di atas 65 tahun untuk uji klinis fase 3.

Selain itu, perusahaan juga sedang melakukan uji klinis fase 2b yang dilakukan di Afrika Selatan. Sejauh ini, mereka mengklaim bahwa peserta yang terdaftar sepenuhnya memberi indikasi awal dari kemanjuran vaksin potensialnya.

Tidak seperti Pfizer dan Moderna, yang keduanya menggunakan teknologi mRNA untuk mengembangkan vaksin Covid-19, Novavax memilih kandidat vaksin berbasis protein yang direkayasa dari urutan genetik SARS-CoV-2.

NVX-CoV2372 dibuat menggunakan teknologi nanopartikel rekombinan untuk menghasilkan antigen yang berasal dari protein lonjakan virus corona yang ditambahkan dengan Matrix-M berbasis saponin, yang dipatenkan Novavax untuk meningkatkan respons kekebalan tubuh.

Perusahaan mengumumkan penundaan tersebut pada hari yang sama, ketika Moderna mengatakan bahwa pihaknya siap mengajukan otorisasi penggunaan darurat ke FDA dengan efektivitas vaksin yang memadai dari hasil uji klinis tahap akhirnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top