Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Curhat Relawan Vaksin Corona Sinovac di Bandung

Seorang relawan vaksin corona Sinovac mengaku mengalami gejala lemas dengan durasi yang singkat usai menerima suntikan.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 15 Desember 2020  |  10:52 WIB
Kandidat vaksin covid/19 Sinovac
Kandidat vaksin covid/19 Sinovac

Bisnis.com, JAKARTA - Rini Dwi Andini memutuskan menjadi relawan vaksin virus corona (Covid-19) Sinovac asal China, usai kehilangan keluarga yang meninggal karena virus tersebut.

Rini mengaku memiliki paman yang pernah pergi Singapura pada awal pandemi dan memiliki tidak memiliki gejala virus corona (Covid-19) yang serius, tetapi meninggal saat mendapatkan perawatan.

"Saya memutuskan menjadi relawan vaksin corona Sinovac, karena punya keluarga yang terkena Covid-19, bahkan ada yang sampai meninggal. Makanya saya memberanikan diri," ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (15/12/2020).

Adapun tahapan yang dilakukan Rini saat menjadi relawan vaksin Sinovac. Pertama mengisi formulir online dari Bio Farma yang bisa diakses oleh siapapun.

Di dalam formulir tersebut ada informasi yang wajib mencantumkan riwayat penyakit diri sendiri dan keluarga. Rini memiliki penyakit hipotensi atau darah rendah.

Lalu relawan wajib mengikuti rapid tes, tes swab dan pengambilan urin bagi perempuan. Tujuan  pengambilan urin untuk mengetahui kehamilan pada perempuan.

Sebelum menjadi relawan, setiap orang yang sudah mengisi formulir akan mendapatkan penjelasan dari tim medis terkait vaksin virus corona dan vaksin Sinovac. Tujuan untuk memberikan edukasi.

"Setelah edukasi, lalu kami diberikan formulir untuk tanda kesediaan diri menjadi relawan. Sepekan kemudian, kami disuntik," ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (15/12/2020).

Suntikan pertama diterima pada 5 September 2020. Rini mendapatkan suntikan pada tangan kanan.

Saat itu, dia tidak mengalami gejala pada fisik yang serius. "Namun, saya agak lemas sebentar saja, usai divaksin. Tenaga medis mengungkapkan bahwa lemas menjadi gejala yang normal," katanya.

Lalu vaksin kedua diterima pada 21 September 2020. Usai menerima suntikan, relawan dilarang pergi dari lokasi vaksin sekitar 30 menit - 60 menit.

"Usai disuntik, kami dilarang pergi sekitar 30-60 menit. Karena sudah dijelaskan di awal bakal mengalami lemas, tetapi lemasnya hanya sebentar saja, lalu saya pulang sendiri," ungkapnya.

Selama menerima vaksin sekitar 30 menit-60 menit, maka tim medis akan memantau reaksi yang muncul.

Dia mengungkapkan bahwa relawan harus benar-benar merelakan waktu seharian. Karena harus mengantri dari pagi, menunggu giliran dan harus menunggu lagi usai mendapatkan suntikan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Relawan Covid-19 Sinovac
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top