Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jumlah Sutradara Perempuan di Film-Film Hollywood Catat Rekor Terbanyak pada 2020

Laporan Celluloid Ceiling tahunan oleh San Diego State University menemukan perempuan menyumbang 16 persen sutradara yang mengerjakan 100 film berpenghasilan tinggi pada tahun ini. Angka ini naik dari 4 persen pada 2018 dan 12 persen pada 2019.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 05 Januari 2021  |  20:02 WIB
Hollywood - Wikipedia
Hollywood - Wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA - Studi gender tahunan menemukan bahwa sutradara perempuan mengambil alih film-film besar Hollywood sepanjang 2020. Kendati demikian, ada ketidakseimbangan yang besar dalam hal peran lain di luar kamera.

Laporan Celluloid Ceiling tahunan oleh San Diego State University menemukan perempuan menyumbang 16 persen sutradara yang mengerjakan 100 film berpenghasilan tinggi pada tahun ini. Angka ini naik dari 4 persen pada 2018 dan 12 persen pada 2019.

Martha Lauzen, pendiri San Diego State University’s Center for the Study of Women in Television and Film mengatakan peningkatan sutradara perempuan yang memimpin proyek besar selama 2 tahun beruntun dapat menunjukkan bahwa kesetaraan gender mulai membaik.

"Bahkan tanpa rilis beberapa film anggaran besar yang paling dinantikan seperti Eternals garapan Chloe Zhao dan Black Widow oleh Cate Shortland, persentase perempuan yang bekerja sebagai sutradara naik tipis tahun 2020," katanya seperti dikutip The Guardian, Selasa (5/1).

Dia melanjutkan, kabar baiknya adalah dunia telah melihat pertumbuhan dua tahun berturut-turut untuk sutradara perempuan. Ini mematahkan pola historis di ana angka tersebut cenderung naik satu tahun dan turun pada tahun setelahnya.

Terlepas dari peningkatan peran sutradara perempuan dalam film-film berpenghasilan besar, penelitian itu juga menemukan bahwa peran di luar kamera (out frame) lainnya masih didominasi oleh laki-laki.

Lauzen menambahkan ketidakseimbangan dalam peran di belakang layar masih tetap signifikan, dengan hampir 70 persen film mempekerjakan kurang dari lima perempuan di posisi kunci seperti sutradara, penulis, produser eksekutif, editor, atau sinematografer.

Studi yang telah berjalan selama dua dekade itu juga berupaya memperhitungkan audiens digital sesuai permintaan yang didorong oleh video on demand akibat pandemi. Analisisnya, hanya di bawah 10 persen sutradara wanita di kategori itu.

Meskipun jadwal rilis banyak tertunda karena pandemi Covid-19, yang juga memaksa bioskop dan festival film beralih ke format digital, pembuat film perempuan seperti Cathy Yan dengan Birds of Prey dan Patty Jenkins dengan Wonder Woman 1984 mengambil alih beberapa rilis terbesar tahun ini.

Dengan demikian, kemungkinan besar ajang bergengsi Oscar tahun ini akan menampilkan pemenang wanita untuk sutradara terbaik dalam kategori yang hanya menghasilkan lima nominasi wanita dalam sejarah.

Nama sutradara lain seperti Emerald Fennel dengan film Promising Young Man, Kelly Reichardt dari film First Cow, Zhao dengan Nomadland, dan Regina King dengan One Night In Miami juga diperkirakan bakal meramaikan pemilihan sutradara terbaik.

Semua nama-nama itu dianggap sebagai potensi besar untuk memperebutkan piala Oscar. Jika salah satunya menang, mereka akan menjadi perempuan kedua yang memenangkan penghargaan itu untuk kategori sutradara setelah Kathryn Bigelow dengan film Hurt Locker pada 2010 lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film film hollywood
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top