Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usai Liburan Tabungan Habis, Simak Tips Memulihkannya

Saat tabungan terpakai untuk kegiatan akhir tahun, maka Anda wajib memulihkan jumlahnya hingga menjadi ideal kembali.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 08 Januari 2021  |  15:25 WIB
Usai melakukan liburan, maka kembali atur posisi keuangan  pribadi bila menggunaakan uang tabunngan./Ilustrasi - Clapway
Usai melakukan liburan, maka kembali atur posisi keuangan pribadi bila menggunaakan uang tabunngan./Ilustrasi - Clapway

Bisnis.com, JAKARTA -- Meski pandemi masih menghantui kehidupan masyarakat di negara kita, liburan akhir tahun nampaknya masih dimanfaatkan banyak orang untuk bepergian.

Bepergian untuk liburan tentu saja membutuhkan uang tak sedikit. Tak jarang, orang rela membongkar tabungan untuk membiayai liburan mereka. Liburan berlalu, tabungan pun bisa jadi terkuras habis atau paling tidak menipis.

Menurut Financial Educator Lifepal Aulia Akbar, sebelum mengetahui sehat atau tidaknya nilai tabungan Anda, ketahuilah besaran nilai kekayaan bersih Anda dengan membuat neraca.

Bukan hanya perusahaan yang membutuhkan neraca keuangan, Anda pun butuh. Neraca adalah bagian penting dalam laporan keuangan yang memuat informasi soal aset dan kewajiban (utang) Anda.

Setelah Anda mengetahui jumlah total aset dan utang Anda, maka langkah selanjutnya untuk mengetahui nilai kekayaan bersih adalah dengan mencari hasil selisih antara total aset dan utang Anda.

Ketika tabungan tanpa disadari terpakai dalam jumlah besar untuk kegiatan akhir tahun, maka tugas yang menjadi prioritas utama adalah memulihkan jumlahnya hingga menjadi ideal kembali.

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat pemulihan aset lancar tersebut adalah:

1. Buat target untuk memulihkan nilai aset lancar Anda

Setiap tujuan keuangan harus disertai dengan jangka waktu karena tanpa jangka waktu, mustahil bagi Anda untuk menentukan kemana Anda harus menempatkan dana Anda.

Buatlah skema kapan Anda ingin melihat jumlah tabungan Anda mencapai nilai ideal. Apakah dalam satu tahun, satu setengah tahun, atau kurang dari setahun?

2. Investasikan sisa dana di tabungan

Ketika target pemulihan aset lancar Anda berada dalam rentang waktu satu tahun atau kurang dari setahun, maka ambil dana tersebut maksimal 50 persen dari persediaan total untuk diinvestasikan ke instrumen rendah risiko.

Ketika Anda hanya menyimpannya di tabungan, maka pertumbuhan dana tersebut akan sangatlah lambat. Alhasil, rencana Anda untuk memulihkan nilai rasio aset lancar Anda menjadi semakin lama.

Pilihlah instrumen investasi rendah risiko yang memiliki fluktuasi nilai stabil, bisa ditop up kapan saja, serta memiliki imbal hasil yang mengalahkan deposito. Instrumen itu bisa berupa reksa dana pasar uang dan juga pendapatan tetap.

3. Sisihkan secara rutin dana Anda minimal 10 persen dari penghasilan per bulan

Jangan hanya melakukan lump sum dengan menggunakan sisa dana di tabungan untuk memulihkan aset lancar. Lakukan pula investasi berkala setiap bulan dengan menyisihkan minimal 10 persen dari total penghasilan per bulan Anda.

4. Jaga pengeluaran Anda saat proses ini berlangsung

Ketika proses pemulihan aset lancar ini berlangsung, jaga baik-baik pengeluaran Anda. Fokuslah pada pengeluaran yang bersifat kebutuhan dan kewajiban terlebih dulu.

Bila masih ada dana tersisa, Anda pun bisa mengalokasikannya ke hal-hal yang bersifat hiburan atau gaya hidup.

Itulah hal-hal yang harus Anda ketahui seputar aset lancar dan cara untuk memulihkannya. Makin besar kekayaan bersih, maka makin besar pula aset lancar yang harus disediakan. Karena beberapa aset dalam kelas tertentu juga akan dikenakan pajak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tabungan Liburan tips keuangan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top