Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 Bikin Mumet? Makanan Penghilang Stres Ini Patut Dicoba

Pandemi Covid-19 bikin stres? Berikut daftar makanan yang dapat menguranginya.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  18:46 WIB
Ilustrasi - Thefiscaltime
Ilustrasi - Thefiscaltime

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 bukan hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga mental seseorang. Pasalnya menerapkan protokol kesehatan membuat setiap orang harus membatasi kegiatan sosial yang berujung pada stres. 

Saat seseorang sedang dalam keadaan stres, maka mereka akan mencari cara untuk meluapkannya. Meskipun dalam beberapa kasus stres akan hilang dengan sendirinya, tetapi ada juga yang berdampak serius pada kesehatan fisik dan emosional seseorang. Berdasarkan fakta, hal tersebut dapat meningkatkan risiko kesehatan serius seperti jantung dan depresi.

Menariknya, ada pula makanan sehat dan minuman yang bisa menjadi pilihan Anda untuk meredakan stres.

Dilansir dari Healhline, Selasa (12/1/2021), Bisnis.com merangkum 5 jenis makanan penghilang stres.

1. Bubuk matcha

Sumber: pixabay/pexels.com
Penghilang stres pertama, yaitu bubuk matcha atau teh hijau. Matcha sudah terkenal di kalangan kesehatan, sebab kaya akan L-theanine yaitu asam amino non-protein dengan sifat pereda stres yang kuat.

Matcha adalah sumber amino yang lebih baik daripada jenis teh hijau lainnya. Jenis teh ini dibuat dari daun teh hijau yang ditanam di tempat teduh. Proses seperti ini meningkatkan kandungan senyawa tertentu, termasuk L-theanine.

Adapula studi yang membuktikan pada manusia dan hewan yang menunjukkan bahwa matcha dapat mengurangi stres jika memiliki kandungan L-theanine yang cukup tinggi dan kafein yang rendah.

2. Swiss chard

Sumber: Stella Schafer/pexels.com

Jenis ini merupakan sayuran berdaun hijau yang dikemas dengan nutrisi pelawan stres. Di dalam 1 cangkir (175 gram) lobak Swiss yang dimasak sudah mengandung 36 persen magnesium. Kandungan ini berperan penting dalam respons stres tubuh seseorang.

Swiss Chard memiliki kadar mineral yang rendah. Selain itu, stres kronis dapat menghabiskan simpanan magnesium tubuh seseorang, mineral ini sangat penting saat seseorang merasa stres.

3. Ubi jalar

Sumber: Ela Haney/pexels.com

Selanjutnya adalah ubi jalar. Makanan ini merupakan sumber karbohidrat kaya nutrisi yang dapat membantu menurunkan kadar hormon stres kortisol.

Walaupun kadar kortisol diatur dengan ketat, stres kronis dapat menyebabkan disfungsi kortisol, yang dapat menyebabkan peradangan, nyeri, dan efek samping lainnya.

Terdapat sebuah studi selama 8 minggu pada wanita dengan berat badan berlebih (obesitas), menemukan bahwa mereka yang makan makanan kaya akan karbohidrat padat nutrisi secara signifikan memiliki tingkat kortisol saliva yang lebih rendah daripada mereka yang mengikuti diet standar Amerika yang tinggi karbohidrat olahan.

Ubi jalar adalah jenis makanan yang menjadi pilihan karbohidrat yang sangat baik. Sebab dikemas dengan nutrisi yang penting untuk respons stres, seperti vitamin C dan kalium.

4. Kimchi

Sumber: Jason Kim/pexels.com

Kimchi adalah hidangan sayur yang sudah difermentasi. Biasanya, kimchi dibuat dengan kubis dan daikon, sejenis lobak.

Kimchi atau makanan fermentasi dikemas dengan bakteri menguntungkan yang disebut sebagai probiotik dan kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan.

Penelitian mengungkapkan bahwa makanan fermentasi dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Dalam sebuah penelitian pada 710 dewasa muda, mereka yang mengonsumsi makanan fermentasi lebih sering mengalami lebih sedikit gejala kecemasan sosial.

Selain itu, ada pula penelitian lain yang menunjukkan bahwa suplemen probiotik dan makanan kaya probiotik seperti kimchi, memiliki efek menguntungkan pada kesehatan mental.

5. Artichoke

Sumber: Andie/pexels.com

Jenis makanan terakhir adalah artichoke. Makanan ini memiliki sumber serat yang sangat terkonsentrasi dan terutama kaya akan prebiotik, sejenis serat yang memberi makan bakteri ramah di usus.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa prebiotik seperti fructooligosaccharides (FOSs), yang terkonsentrasi dalam artichoke, dapat membantu mengurangi tingkat stres.

Bukan hanya itu, ada pula satu ulasan menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi 5 gram atau lebih prebiotik per hari mengalami gejala kecemasan dan depresi yang lebih baik, serta makanan berkualitas tinggi dan kaya prebiotik dapat mengurangi risiko stres.

Selain itu, artichoke juga memiliki kandungan tinggi kalium, magnesium, dan vitamin C dan K, yang semuanya penting untuk respons stres yang sehat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stres makanan sehat Depresi Covid-19
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top