Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengantin Baru di Tahun Pertama Pernikahan

Tahun pertama adalah masa-masa yang indah bagi pasangan suami istri baru. Jangan sampai lupa memberikan pujian dan membicarakan pembagian tugas rumah saat menikah.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  17:24 WIB
Ada beberapa kesalahan yang sering terjadi pada pengantin baru atau pasangan yang baru saja menikah - Incharge.org
Ada beberapa kesalahan yang sering terjadi pada pengantin baru atau pasangan yang baru saja menikah - Incharge.org

Bisnis.com, JAKARTA - Tahun pertama pernikahan merupakan fase bulan madu. Sepasang anak manusia akan merasakan cinta merupakan suatu keajaiban dan penuh kebahagiaan.

Ada beberapa kesalahan paling umum sering yang dilakukan pasangan suami istri di tahun pertama pernikahan. Mengutip dari Sheknows, Senin (18/1/2021) berikut kesalahan-kesalahan tersebut:

1. Tidak melakukan sosialisasi

Pada tahun pertama menikah, pasangan suami istri harus melakukan sosialisasi dengan tetangga baru dan keluarga baru. Sangat tidak masuk akal untuk selalu bergantung pada pasangan sepanjang waktu.

2. Berharap pasangan berubah

Orang-orang mengira pernikahan akan membuat seseorang lebih dewasa, lebih tenang, dll. Jangan berharap pasanganmu sekarang berbeda dari tahun lalu. 

3. Tidak tahu cara bertarung

Pasangan mungkin tidak tahu bagaimana bertengkar dengan pasangannya. Seorang terapis mengungkapkan ada beberapa pasangan yang mencari tahu penyebab gejolak emosi sebelum tidur.

“Bercakap-cakaplah dengan pasangan Anda saat Anda tidak sedang bertengkar dan tanyakan kepada mereka apa yang menyebabkan marah dan sesuatu benda yang berguna baginya,” katanya terapis tersebut.

4. Tidak berekspektasi tentang rumah tangga

Apakah Anda dibesarkan dengan keyakinan bahwa satu jenis kelamin tertentu bisa melakukan tugas rumah seharian penuh? Apakah Anda memiliki ekspektasi yang berbeda tentang siapa yang melakukan apa agar rumah tetap berfungsi?

“Duduklah dan bicarakan dengan pasangan Anda tentang bagaimana Anda dibesarkan tentang peran gender dan apa yang Anda yakini harus sama atau berbeda berdasarkan pendapat Anda. Buat ekspektasi yang jelas tentang siapa yang bertanggung jawab untuk apa. Ini mungkin mengejutkan Anda.

5. Memperjuangkan hal-hal kecil

Berdebat tentang dudukan toilet yang ditinggalkan dengan percikan air pipis, atau kotoran remah-remah di lantai tentunya akan membuat geram dan kesal. Coba atur nada bicara Anda agar tidak terjadi pertengkaran.

6. Tidak menghadiri konseling pranikah

Kebanyakan pasangan menghabiskan ribuan dolar untuk pernikahan yang mewah dan indah, tetapi mereka sama sekali tidak mengikuti konseling. “Bahkan ketika tanda-tanda masalah terlihat jelas dalam suatu hubungan, mereka sering merasa terlalu malu untuk mencari bantuan,” Ibinye Osibodu-Onyali, seorang terapis pernikahan dan keluarga berlisensi.

Konseling pernikahan bekerja sangat baik ketika hubungan belum mencapai titik di mana kedua pasangan memiliki pondasi yang kokoh.

7. Mencoba punya bayi segera

Bagi pasangan suami istri baru, tahun pertama merupakan masa-masa bulan madu. Pertimbangkan rencana untuk memiliki anak pada tahun berikutnya, sebab dibutuhkan kesiapan  mental untuk memiliki bayi.

Saat awal-awal memiliki bayi, pasangan suami istri akan stres. Atau bahkan stres bisa saja terjadi pada ibu baru, karena suami tidak terlibat mengurus anak. Tentunya, diskusikan berapa banyak anak yang Anda inginkan, kesuburan dan waktu untuk memiliki anak.

8. Tidak mengatur keuangan

Pengantin baru jarang membicarakan tentang uang, tetapi uang sangatlah penting. Bicarakanlah kondisi keuangan dengan pasangan Anda dan tentukan formula yang cocok untuk Anda, meskipun ada rencana mengelola pendapatan Anda secara terpisah.

9. Melupakan pujian kecil

Hidup bersama dan berbagi kehidupan sering kali mengubah menjadi kebiasaan. Setelah menikah, Anda bisa saja jarang menggoda atau memberikan pujian kecil kepada pasangan Anda. Ini menyebabkan frustrasi bagi kalian berdua.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menikah pengantin pasangan suami istri pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top