Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

1 dari 3 Pasien Covid-19 yang Pakai Ventilator Alami Stres Pasca Trauma

Studi yang dilakukan oleh Imperial College London dan University of Southampton terhadap 13.049 pasien positif, menemukan bahwa satu dari lima yang dirawat di rumah sakit tetapi tidak memerlukan ventilator juga mengalami gejala PTSD yang ekstensif.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 09 Februari 2021  |  15:10 WIB
Vent-I (Ventilator Indonesia). -  Humas ITB
Vent-I (Ventilator Indonesia). - Humas ITB

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah penelitian menunjukkan satu dari tiga pasien Covid-19 yang memakai ventilator mengalami gejala ekstensif gangguan stres pascatrauma atau yang dikenal sebagai PTSD. Ini menambah banyak bukti tentang dampak virus terhadap kesehatan mental.

Dilansir The Guardian, Selasa (9/2) studi yang dilakukan oleh Imperial College London dan University of Southampton terhadap 13.049 pasien positif, menemukan bahwa satu dari lima yang dirawat di rumah sakit tetapi tidak memerlukan ventilator juga mengalami gejala PTSD yang ekstensif.

Gejala PTSD yang paling umum dialami oleh pasien Covid-19 adalah gambaran yang mengganggu, terkadang dikenal sebagai kilas balik. Contohnya dapat berupa gambar lingkungan unit perawatan intensif, dokter ICU yang mengenakan alat pelindung diri lengkap, atau pasien lain di ruang ICU.

Studi yang diterbitkan di Royal College of Psychiatrists BJPsych Open itu menemukan tingkat gejala PTSD yang lebih rendah untuk pasien yang diberi bantuan medis di rumah dengan tingkat satu dari enam dan pasien yang tidak memerlukan bantuan di rumah tapi mengalami masalah pernapasan dengan ukuran satu dari sepuluh pasien.

Adam Hampshire dari Imperial College London mengatakan bahwa mereka dapat melihat pandemi memiliki dampak besar yang akut dan bertahan lama, termasuk untuk sebagian besar pasien yang tetap di rumah tapi dengan masalah pernapasan dan mereka yang tidak menerima bantuan medis.

“Bukti ini bisa menjadi penting untuk menginformasikan terapi di masa depan dan mengurangi beban kesehatan jangka panjang dari penyakit ini,” katanya.

Gejala PTSD umumnya dapat terjadi dalam waktu dekat atau lama setelah kejadian dialami orang, tetapi biasanya dalam waktu enam bulan setelah peristiwa traumatis dan dapat bertahan selama bertahun-tahun tanpa pengobatan.

Data yang digunakan dalam studi tersebut, yang dikontrol untuk berbagai variabel, termasuk usia, jenis kelamin, etnis, pendapatan dan riwayat kesehatan, dikumpulkan pada Mei tahun lalu melalui survei online sebagai bagian dari studi ilmu warga yang lebih luas.

Angka resmi terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 3.000 orang saat ini menggunakan ventilator di Inggris dan lebih dari 400.000 pasien telah dirawat di rumah sakit sejak dimulainya pandemi pada tahun lalu.

Dari 13.049 orang yang mengambil bagian dalam penelitian ini, 9.200 orang melaporkan tidak mengalami masalah pernapasan, 3.466 orang melaporkan masalah pernapasan tetapi tidak memerlukan masukan medis, 176 orang dilaporkan mengalami masalah pernapasan dan mendapat bantuan di rumah, 147 orang dilaporkan masuk rumah sakit tetapi tanpa memerlukan bantuan medis.

Adrian James, presiden Royal College of Psychiatrists mengatakan perawatan tindak lanjut yang efektif dan bersama harus diberikan setelah pasien keluar, dan layanan kesehatan mental harus diperluas secara memadai untuk merawat semakin banyak orang dengan gejala PTSD.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Ventilator
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top