Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ventilator Vent-I Bakal Diproduksi Massal, Taklukkan Jurang Riset dan Industri

Vent-I berfungsi untuk membantu pernapasan bagi pasien yang mengalami gangguan fase 2, yaitu pasien yang masih bisa bernapas secara mandiri namun saturasi oksigennya di bawah 50 persen.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  23:45 WIB
Vent-I (Ventilator Indonesia). -  Humas ITB
Vent-I (Ventilator Indonesia). - Humas ITB

Bisnis.com, BANDUNG - Ventilator Portable Indonesia, disingkat Vent-I, menunjukkan bahwa tak selamanya keberhasilan riset di kalangan akademis mentok di tingkat industrialisasi. 

Kini Ventilator Portable Indonesia buatan akademisi di Bandung itu bakal diproduksi massal.

Industri yang akan mengembangkan Vent-I adalah PT PHC Indonesia, bagian dari grup Panasonic Gobel Indonesia yang fokus di bidang alat kesehatan berbasis elektronika.

“Ini adalah momen yang sangat bersejarah,” kata Hari Tjahjono, Ketua Tim Komunikasi Publik Vent-I, dikutip Tempo.co dari laman Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis 28 Januari 2021.

Ventilator tipe Continuous Positive Airways Pressure (CPAP) Vent-I Esential 3.5. secara resmi diluncurkan pada Selasa (26/1/2021).

Peluncuran secara resmi dilakukan Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro, Wakil Ketua DPR-RI Rahmat Gobel, dan Ketua Tim Pengembangan Ventilator Portabel Indonesia Syarif Hidayat.

Menurut Hari, peluncuran produksi massal alat itu membuktikan bahwa karya anak bangsa sanggup mencapai standar internasional.

PT PHC Indonesia, ujar Hari, memiliki jaringan penjualan alat kesehatan di 145 negara. “Mereka tidak akan berkompromi dengan standar kualitas,” tegas Hari.

Tim pengembang Vent-I adalah kalangan dosen, peneliti, dan ahli dari ITB, Universitas Padjadjaran, serta Yayasan Salman ITB yang dimotori Syarif Hidayat, dosen di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB.

Mereka disebut Hari membuktikan kemampuan dalam menaklukkan apa yang selama ini dikenal sebagai valley of death, jurang antara dunia riset kampus dan industri.

“[Hal] yang sangat ditakuti oleh universitas atau perusahaan ketika melakukan hilirasi produk,” kata dia.

Ventilator CPAP Vent-I sebelumnya telah dinyatakan lolos uji produk oleh Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan RI pada 21 April 2020.

Vent-I berfungsi untuk membantu pernapasan bagi pasien yang mengalami gangguan fase 2, yaitu pasien yang masih bisa bernapas secara mandiri namun saturasi oksigennya di bawah 50 persen.

Alat jenis itu bukan diperuntukkan bagi pasien ICU. Vent-I dirancang untuk dapat digunakan dengan mudah oleh tenaga medis baik dokter umum maupun perawat yang bertugas di fasilitas kesehatan. Termasuk saat pandemi Covid-19 saat ini.

Selain itu, Vent-I telah memenuhi standar internasional yaitu International Electronical Commission (IEC 60601) dan standar persyaratan ventilator (IEC80601), standar kompatibilitas elektro magnetik (Electro Magnetic Compatibility/EMC) EN55011 - CISPR 11.

Dari segi harga, Vent-I jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan produk impor ventilator sejenis. Penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai 43 persen dengan kapasitas produksi 37.500 unit per tahun  atau rata-rata 3.300 unit per bulan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

itb unpad Covid-19 Ventilator

Sumber : Tempo.co

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top