Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabar Buruk, Vaksin Corona Pfizer-BioNTech Kurang Efektif pada Penderita Obesitas

Peneliti Italia telah menemukan bahwa petugas kesehatan dengan obesitas hanya menghasilkan sekitar setengah jumlah antibodi sebagai respons dari dua dosis vaksin, dibandingkan dengan orang normal.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 01 Maret 2021  |  14:35 WIB
Kandidat vaksin Pfizer
Kandidat vaksin Pfizer

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah studi baru-baru menunjukkan bahwa vaksin virus corona baru yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech kurang efektif pada orang dengan obesitas.

Dilansir The Guardian, Senin (1/3) peneliti Italia telah menemukan bahwa petugas kesehatan dengan obesitas hanya menghasilkan sekitar setengah jumlah antibodi sebagai respons dari dua dosis vaksin, dibandingkan dengan orang normal.

Meskipun terlalu dini untuk mengetahui apa artinya hal ini terkait kemanjuran vaksin, hasil ini mungkin menyiratkan orang dengan obesitas perlu dosis penguat tambahan.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa obesitas meningkatkan risiko kematian akibat Covid-19 hampir 50 persen, serta meningkatkan risiko masuk rumah sakit hingga 113 persen.

Beberapa di antaranya mungkin karena orang dengan obesitas sering kali memiliki kondisi medis lain seperti jantung atau diabetes tipe 2. Selain itu, kelebihan lemak juga menyebabkan perubahan metabolisme seperti resistensi insulin dan peradangan.

Kondisi peradangan tingkat rendah yang konstan ini juga dapat melemahkan respons imun tertentu, termasuk yang dibuat oleh sel B dan T yang memicu respons perlindungan setelah vaksinasi.

Penelitian terpisah menunjukkan bahwa vaksin flu hanya setengah efektif pada orang dengan obesitas dibandingkan mereka yang memiliki berat badan sehat.

Adapun, dalam studi terbaru yang belum ditinjau sejawat, peneliti member bukti langsung yang menunjukkan masalah serupa terjadi dengan vaksin Covid-19.

Aldo Venuti, peneliti dari Insituti Fisioterapici Ospitalieri dan rekannya menilai respons antibodi setelah dua dosis vaksin Pfizer diberikan pada 248 petugas kesehatan.

Tujuh hari setelah menerima dosis kedua, 99,5 persen di antaranya telah mengembangkan respons antibodi. Namun, respons itu lebih rendah pada orang yang kelebihan berat badan dan obesitas.

Dia menuturkan karena obesitas adalah faktor risiko utama morbiditas dan mortalitas bagi pasien Covid-19, program vaksinasi yang efisien wajib direncanakan pada subkelompok tersebut.

Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, data tersebut mungkin memiliki implikasi penting untuk pengembangan strategi vaksinasi, terutama pada kelompok tertentu yang efektivitasnya lebih diragukan.

"Jik data kami harus dikonfirmasi oleh penelitian yang lebih besar, memberi orang gemuk atau obesitas dosis tambahan vaksin atau dosis yang lebih tinggi dapat menjadi pilihan untuk dievaluasi," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pfizer Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top