Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Titip 3 Pesan, Menkes Dorong RSUP Kandou Jadi Pusat Rujukan Nasional

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong seluruh rumah sakit vertikal untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya, salah satunya RSUP Prof. Dr. RD Kandou.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 07 Maret 2021  |  14:48 WIB
Pada 2015 sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor HK.02.03./I/0824/2015, RSUP Prof. Kandou resmi beroperasi sebagai rumah sakit umum kelas tipe A.  - rsupkandou.com
Pada 2015 sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor HK.02.03./I/0824/2015, RSUP Prof. Kandou resmi beroperasi sebagai rumah sakit umum kelas tipe A. - rsupkandou.com

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong seluruh rumah sakit vertikal untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya, salah satunya RSUP Prof. Dr. RD Kandou.

Budi mengatakan dengan pelayanan prima dan kualitas sumber daya manusia kesehatan yang baik itu akan menjadi rujukan masyarakat dalam mencari fasilitas pelayanan kesehatan.

“Semua orang cari dokternya, bukan rumah sakitnya. Kalau cari RS terbaik, dokternya harus yang bagus-bagus,” kata Menkes Budi, Minggu (7/3/2021).

Budi menyampaikan tiga pesan yang harus dilaksanakan seluruh RS vertikal, termasuk RSUP Prof. Dr. RD Kandou.

Pertama, tugas nomor satu RS vertikal harus bekerjasama dengan fakultas kedokteran setempat, menjadi tempat praktik bagi para ahli yang mengambil spesialis serta menjadi tempat praktik dokter yang sedang ambil internship.

“Semua penelitian dan program harus menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, supaya kualitas dan keilmuannya semakin maju,” kata Menkes.

Kedua, sebagai rumah sakit terbesar di Kota Manado, RSUP Prof. Dr. RD Kandou harus bisa membina semua rumah sakit di Sulawesi Utara.

“Saya yakin Bapak bisa merangkul semua RS di Sulawesi Utara. Tugas Bapak adalah mampu membina semua dokter semua rumah sakit yang ada di Sulawesi Utara, RS vertikal minimal harus menjadi rumah sakit rujukan nasional,” tuturnya.

Ketiga, agar RS vertikal meningkatkan pelayanan kesehatan berbasis riset.

Jimmy Panelewen, Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou, mengatakan pihaknya akan berupaya keras mewujudkan arahan Menkes Budi. Dengan didukung seluruh SDM yang ada di RSUP Prof. Dr. RD Kandou, dia optimistis bisa mencapai target tersebut.

Jimmy juga melaporkan upaya penanganan Covid-19 yang telah dilakukan oleh RSUP Prof. Dr. RD Kandou.

Dalam laporannya, disebutkan RS memiliki 263 ruang isolasi dan 11 ICU Isolasi Tekanan Negatif. Namun, seiring dengan peningkatan pasien Covid-19 yang semakin tinggi, hal ini turut mempengaruhi ketersediaan ruang isolasi pasien Covid-19 yang kian meningkat.

Hal ini mendorong managemen RSUP Prof. Dr. RD Kandou untuk menambah dan memperluas ruang perawatan, dengan menambah 38 TT ICU Isolasi Tekanan Negatif.

“Manajemen RSUP Prof. Dr. RD Kandou memutuskan untuk menambah 38 TT tekanan negatif sebagai tempat perawatan pasien Covid-19,” kata Jimmy.

Disamping itu, untuk mempermudah pelayanan kesehatan di RSUP Prof. Dr. RD Kandou, Jimmy mengungkapkan berbagai Inovasi teknologi juga terus dikembangkan di antaranya KandouOne, TelmeK, Temandiri, Tampa baku dapa.

Menkes Budi menambahkan, agar rumah sakit terus melakukan inovasi dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas. Melalui upaya yang dihasilkan tersebut, dirinya berharap akan semakin banyak program-program baru yang bermanfaat bagi pembangunan kesehatan di tanah air sekaligus menyelesaikan berbagai masalah kesehatan yang ada.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah sakit rujukan
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top