Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Covid-19 di Rumah Sakit Tingkatkan Risiko Penyebaran Bakteri Super

Candida Auris adalah jamur ragi yang dapat menginfeksi telinga dan mengakibatkan luka serta bisa juga masuk ke aliran darah untuk memicu infeksi parah di seluruh tubuh. Ragi menempel ke seluruh permukaan dan menyebar dengan mudah di tempat perawatan kesehatan.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  12:31 WIB
Candida Auris
Candida Auris

Bisnis.com, JAKARTA – Covid-19 dapat menyebabkan penyakit parah yang membuat pasien harus rawat inap, angkanya pun terus meningkat di seluruh dunia. Selain itu, infeksi juga dapat menyebabkan bakteri super Candida Auris, yang resisten terhadap obat.

Candida Auris adalah jamur ragi yang dapat menginfeksi telinga dan mengakibatkan luka serta bisa juga masuk ke aliran darah untuk memicu infeksi parah di seluruh tubuh. Ragi menempel ke seluruh permukaan dan menyebar dengan mudah di tempat perawatan kesehatan.

Saat ini, laporan dari National Geographic mengisyaratkan bahwa masuknya pasien Covid-19 di rumah sakit juga dapat mendorong terjadinya lonjakan kasus Candida Auris. Menurut Center for Diseases Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat tahun ini telah melaporkan 1.272 kasus infeksi jamur, naik 40 persen dari jumlah kasus keseluruhan pada 2018.

Jumlah kasus pada 2020 mungkin akan lebih tinggi lagi dari yang telah dilaporkan, mengingat pandemi yang sedang berlangsung telah mengganggu sistem pengawasan yang digunakan untuk melacak penyebaran jamur.

Tom Chiller, kepala cabang penyakit mikotik CDC mengatakan bahwa ada beberapa tempat yang terlihat mengalami peningkatan dari kasus Candida Auris. Pihaknya melihat beberapa di antaranya masuk dalam rumah sakit perawatan akut dan beberapa unit pada Covid-19.

“Kekhawatiran di sana adalah begitu jamur bertengger di suatu tempat dan berkembang, itu akan sulit untuk disingkirkan,” katanya seperti dikutip Live Science, Senin (26/10).

Menurut CDC, pasien dapat tetap terkolonisasi dengan Candida Auris untuk waktu yang lama. Hal ini berarti jamur dapat tetap berada di kulit mereka tanpa menyebabkan gejala yang jelas. Jamur itu juga dapat bertahan di permukaan dalam lingkungan perawatan kesehatan.

Jamur ragi Candida Auris memiliki beberapa varian yang menunjukkan resistensi terhadap berbagai kelas obat antibiotik. Secara khusus, banyak varian yang diteliti menunjukkan resistensi terhadap flukonazol antijamur.

Selain itu, beberapa di antaranya menunjukkan resistensi terhadap amfoterisin B, obat antijamur lini kedua yang dapat diberikan jika antibiotik awal gagal. Lantara resistensi obat yang tinggi, kadang dokter harus menggunakan obat lini ketiga jika pengobatan kedua itu gagal.

Varian dari jamur yang paling dikenal dapat diobat dengan antijamur lini ketiga disebut echinocandins, tetapi pengobatan ini tidak tersedia di semua negara. Tak hanya itu, beberapa varian lagi menunjukkan resistensi terhadap ketiga obat antijamur.

Sejak jamur ragi ini diidentifikasi pada 2009, beberapa ribu kasus telah dilaporkan di seluruh dunia. Sekitar 30 persen hingga 60 persen orang yang terinfeksi jamur telah meninggal dunia. Selain itu, banyak orang yang menderita penyakit serius lain akibat kasus ini.

Anuradha Chowdhary, prosefor mikologi medis di University of Delhi mengatakan bahwa pasien Covid-19 harus diskrining secara teratur terhadap Candida Auris, untuk melacak tingkat infeksi secara akurat dan mengidentifikasi antibiotik atau pengobatan mana yang dapat membantu pasien pulih.

“Jika kami tidak mengidentifikasinya, maka kami tidak tahu apakah seorang pasien sekarat karena Covid-19 atau karena infeksi lainnya. Tetapi jika itu kebal terhadap obat, bagaimana kita akan mengobatinya?,” katanya kepada National Geographic.

Catatan CDC menyebut jika varian Candida Auris tertentu menolak ketiga kelas obat antijamur, maka beberapa beberapa pengobatan dengan dosis tinggi mungkin diperlukan untuk mengobati infeksi. Akan tetapi, pengobatan ini akan menjadi pilihan terakhir.

Penelitian menunjukkan bahwa menggunakan beberapa kelas antijamur pada saat yang sama dapat memiliki efek tambahan dan membantu mengalahkan resistensi jamur terhadap obat kelas tertentu, meskipun hati ini masih perlu dikonfirmasi dengan lebih banyak data.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona bakteri
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top