Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksin Pfizer 94 Persen Efektif Cegah Covid-19 Tanpa Gejala

Perusahaan juga mengatakan analisis terbaru dari data Israel menunjukkan vaksin itu 97 persen efektif dalam mencegah penyakit simptomatik, penyakit parah dan kematian. Itu sejalan dengan kemanjuran 95 persen yang dilaporkan dalam uji klinis tahap akhir vaksin pada bulan Desember.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 12 Maret 2021  |  08:31 WIB
Dokumentasi - Vaksin Covid-19 dari Pfizer/Antara - Reuters/ Dado Ruvic
Dokumentasi - Vaksin Covid-19 dari Pfizer/Antara - Reuters/ Dado Ruvic

Bisnis.com, JAKARTA - Pfizer dan BioNTech mengatakan bahwa data dunia nyata dari Israel menunjukkan vaksin COVID-19 mereka 94 persen efektif dalam mencegah infeksi tanpa gejala, menunjukkan vaksin itu dapat secara signifikan mengurangi penularan virus.

Perusahaan juga mengatakan analisis terbaru dari data Israel menunjukkan vaksin itu 97 persen efektif dalam mencegah penyakit simptomatik, penyakit parah dan kematian. Itu sejalan dengan kemanjuran 95 persen yang dilaporkan dalam uji klinis tahap akhir vaksin pada bulan Desember.

Kementerian Kesehatan Israel, yang bekerja dengan penyedia layanan kesehatan yang mengelola vaksin, mengatakan dalam pernyataan melalui email bahwa data tersebut dikembangkan dari pelacakan morbiditas kementerian. Demikian dilansir dari Channel News Asia.

Kementerian Kesehatan Israel sebelumnya menemukan bahwa vaksin Pfizer-BioNTech mengurangi infeksi, termasuk dalam kasus tanpa gejala, sebesar 89,4 persen dan dalam kasus bergejala sebesar 93,7 persen. Itu dari data yang dikumpulkan dari 17 Januari hingga 6 Februari.

Kepala Eksekutif Pfizer Albert Bourla mengatakan data itu penting bagi masyarakat karena itu berarti lebih sedikit orang yang menularkan virus kepada orang lain tanpa menyadarinya. Perusahaan berencana menerbitkan data dalam jurnal peer review, katanya.

Analisis tersebut juga menunjukkan bukti dunia nyata tentang keefektifan vaksin terhadap varian COVID-19 yang sangat menular yang pertama kali ditemukan di Inggris, yang dikenal sebagai B117. Lebih dari 80 persen spesimen yang diuji adalah varian itu.

Namun, tidak ada evaluasi keefektifannya terhadap varian virus yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan yang dikenal sebagai B1351 karena terbatasnya jumlah infeksi varian tersebut di Israel.

Hingga Rabu, sekitar 55 persen dari 9 juta penduduk Israel telah diberi setidaknya satu dosis vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19, menurut data Kementerian Kesehatan, dan 43 persen telah menerima kedua dosis tersebut.

Menurut analisis data yang dikumpulkan dari 17 Januari hingga 6 Maret, individu yang tidak divaksinasi 44 kali lebih mungkin mengembangkan gejala COVID-19 dan 29 kali lebih mungkin meninggal karena penyakit tersebut.

Dalam studi sebelumnya yang tidak dipublikasikan oleh kementerian kesehatan dan Pfizer, para peneliti Israel mengatakan studi lebih lanjut diperlukan tentang penularan tanpa gejala di antara orang-orang yang divaksinasi penuh karena kemungkinan mereka di Israel untuk dites COVID-19 lebih kecil.

Sejak puncak pertengahan Januari, Israel telah mengalami 71 persen lebih sedikit kematian akibat COVID-19, 55 persen lebih sedikit kasus, 45 persen lebih sedikit pasien baru yang sakit kritis dan 40 persen lebih sedikit pasien sakit kritis di rumah sakit, menurut Eran Segal, a ilmuwan data di Weizmann Institute of Science.

Pada hari Rabu, 2.802 orang Israel dinyatakan positif, atau 2,9 persen, dari hampir 99.000 tes.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pfizer Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top