Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Model CPG Baru untuk Dunia Baru

Di masa depan, Industri barang kemasan untuk konsumen memungkinkan menyediakan produk yang tepat melalui channel yang dipilih pelanggan dengan harga yang sesuai
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 17 Maret 2021  |  08:00 WIB
Foto: Dok. Blue Yonder
Foto: Dok. Blue Yonder

Bisnis.com, JAKARTA - Industri barang kemasan untuk konsumen atau consumer packaged goods (CPG) kini berada di sebuah persimpangan yang menuntut adanya strategi-strategi baru. Di “jaman Henry Ford era digital” ini, model pertumbuhan yang sudah mapan yang memfokuskan pada membangun brand global, pendistribusian luas dan skala perekomian, menghadapi tantangan berupa paradigma yang berubah dengan cepat.

Dunia tengah berubah dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Garis pembatas antara dunia profesional, pribadi dan sosial semakin kabur – dan pandemi semakin mempercepat perubahan ini.

Konsumen berharap bisa berhubungan dengan brand asli secara mulus, baik di channel fisik maupun digital. Pada saat bersamaan, di pasar-pasar yang sudah matang pertumbuhan melambat sehingga penyegaran di sisi strategi sangat dibutuhkan.

Dengan kompetitor lokal baru di pasar berkembang semakin lincah, proses-proses yang ketinggalan zaman tidak memiliki tempat di dunia yang kompleks dan tersegmentasi-mikro yang bergerak cepat.

Bagaimana organisasi CPG membangun sebuah rantai pasokan secara cukup cepat dan cerdas yang bisa dipersonalisasi dan menguntungkan di skala dan level granularitas ini?

Migrasi dari POV Inside-out ke Outside-in

Jika paradigma lama rantai pasokan dibangun dengan skala inside-out (dari dalam ke luar), maka rantai pasokan baru dibangun dengan skala outside-in (dari luar ke dalam) dengan pelanggan sebagai pusatnya.

Di sinilah kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI) bertemu dengan big data. Machine learning yang sangat haus data memungkinkan rantai pasokan merasakan dan menganalisa dinamika pasar, memahami dan memprediksi tindakan konsumen, dan mengetahui alasan satu kategori bisa tumbuh atau mengepa beberapa SKU tertentu bisa berkembang sementara yang lainnya tidak disukai.

Dengan memahami pelanggan dan berintegrasi dengan ekosistem di luar dinding rantai pasokan tradisional, rantai pasokan digital membantu pemanufaktur mendesain pengalaman pelanggan lebih cepat dengan Predict and Pivot DNA.

Pengalaman harus  komprehensif dan dapat ditingkatkan di semua channel, sehingga memberi opsi kepada para pelanggan, mulai dari pemilihan, ketersediaan, harga, pemenuhan dan pengembalian berdasarkan visibilitas jaringan yang real-time.

Menyediakan kemampuan ini mengharuskan peralihan ke microservices yang lincah di semua channel, integrasi dengan permintaan yang prediktif, harga yang adaptif dan jalur aliran yang mengoptimalkan inventori dengan pembuangan yang minimal.

Di masa depan yang ditata ulang ini, perusahaan-perusahaan CPG menyediakan produk yang tepat melalui channel yang dipilih pelanggan dengan harga yang sesuai. Misalnya, dengan inventory availability dan omni-channel fulfillment microservices dari Blue Yonder sebuah perusahaan besar pemasok kebutuhan hewan peliharaan bisa memberi opsi kepada para pelanggan untuk melihat inventori secara online, membeli produk dari toko terdekat dan mengambilnya di hari yang sama.

Merasakan dan Merespon dalam Skala Besar

Perbedaan antara “pemenang mengambil semua” dan “yang kalah” di dunia baru ini bergantung pada pengaktifan orkestrasi di seluruh perusahaan secara real time, visibilitas end-to-end, dan pemanfaatan automasi keputusan jika diperlukan untuk menghasilkan personalisasi yang menguntungkan.

Bagaimana Anda berevolusi dari sebuah dunia di mana skala berarti bekerja dengan kapasitas maksimum, ke sebuah dunia di mana semuanya merupakan proses-proses yang dapat menyesuaikan diri dengan kompleksitas?

Langkah pertama adalah untuk merepresentasikan rantai nilai fisik end-to-end secara digital dan memanfaatkan sinyal-sinyal di tepi jaringan untuk mengaktifkan visibilitas real time.

Selanjutnya adalah memanfaatkan kemajuan dalam komputasi dan machine learning untuk merasakan, memprediksi, dan secara fleksibel menyesuaikan ulang sumber daya untuk memberikan hasil yang menguntungkan dan tepat waktu.

Secara paralel, ambil langkah-langkah untuk mengembangkan program-program pemangku kepentingan (stakeholder) dari pendekatan yang fokus pada biaya, ke pendekatan jaringan dan platform berbasis nilai.

Tanamkan kerangka kerja untuk meningkatkan pemasok menjadi mitra pemikiran dan pemangku kepentingan yang akan memberikan kelincahan, fleksibilitas, dan daya tanggap.

Kemudian, adopsi segmentasi dinamis sebagai kemampuan dasar untuk mengenal pola-pola dalam struktur produk yang kompleks, kumpulan pelanggan dan beberapa pasar yang pada akhirnya akan memberikan pengalaman pelanggan yang baik sekaligus memberikan Operational Total Shareholder Return (OTSR) yang diinginkan.

Automasikan Proses-Proses Anda

Dalam lingkungan CPG, rantai pasokan harus dikonfigurasi untuk mendukung stratifikasi jenis-jenis bisnis Base, Incremental, Custom, Innovation dan eCommerce, yang dimodelkan dan dioptimasikan untuk memberikan Operational Total Shareholder Returns dengan penekanan khusus pada pendapatan, margin, biaya untuk pelayanan dan cash untuk pelayanan dari perencanaan bisnis bersama strategis melalui pemenuhan digital dan layanan pelanggan.

Tentu saja akan tetap muncul masalah. Namun dengan rantai pasokan yang didukung oleh AI, pengambilan keputusan setiap hari bisa diautomasikan sehingga para perencana dan pemangku kepentingan dapat fokus pada masalah-masalah yang lebih signifikan dalam perencanaan kolaboratif dan lingkungan eksekusi, berdasarkan informasi dari scenario-skenario yang fokus pada hasil.

Pandemi telah menunjukkan kepada kita bahwa ketahanan harus mengimbangi kelincahan digital. Masa depan adalah persoalan menciptakan perusahaan-perusahaan yang tersinkronisasi dengan mulus, terhubung ke pelanggan, beroperasi dalam skala besar dan kecepatan tinggi untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang terpersonalisasi dan otentik. Rantai pasokan digital memberikan momen ‘Henry Ford’ baru yang menjadikan masa depan CPG cerah dan menggairahkan.

Sebagai penyedia rantai pasokan end-to-end terdepan di dunia, Blue Yonder menyediakan platform dengan dukungan AI yang didesain untuk bisa ditingkatkan mengikuti kompleksitas dan mendukung paradigma memperdiksi dan berubah (predict-and-pivot). Hasilnya adalah sinkronisasi lengkap dengan perencanaan dan eksekusi terintegrasi serta kontrol dinamis dari pemasok hingga ke pelanggan di lokasi terjauh.

Dapatkan informasi lebih banyak mengenai solusi Blue Yonder untuk perusahaan-perusahaan CPG di blueyonder.com.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri konsumen consumer goods
Editor : Media Digital

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top