Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akhirnya, WHO Temukan Sumber Pandemi Covid-19, di Sini Lokasinya

Setelah penyelidikan selama berbulan-bulan, WHO menemukan bahwa peternakan satwa liar di China kemungkinan menjadi sumber pandemi Covid-19.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 18 Maret 2021  |  09:40 WIB
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.  - Bloomberg
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehtan Dunia (WHO) mengklaim telah menemukan asal usul virus corona yang saat ini menyerang hampir seluruh negara di dunia. 

Setelah penyelidikan selama berbulan-bulan, WHO menemukan bahwa peternakan satwa liar di China kemungkinan menjadi sumber pandemi Covid-19.

Peternakan satwa liar ini di antaranya ada di sekitar provinsi Yunnan, China selatan. Ahli Ekologi Penyakit Peter Daszak yang melakukan perjalanan ke China mengatakan pasar ini kemungkinan besar memasok hewan ke pedagang di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan, tempat kasus awal Covid-19. Beberapa dari hewan liar itu bisa saja tertular SARS-CoV-2 dari kelelawar di daerah tersebut.

WHO diperkirakan akan merilis temuannya dalam laporan dalam beberapa minggu mendatang.

Pada Januari, tim ahli WHO melakukan perjalanan ke China untuk menyelidiki bagaimana pandemi mematikan, yang sekarang telah menginfeksi lebih dari 120 juta orang dan menewaskan 2,6 juta di seluruh dunia. Banyak teori konspirasi telah menyebar tentang asal-usul virus, termasuk bahwa virus itu lolos dari laboratorium Wuhan. Bulan lalu, penyelidik WHO menepis penjelasan itu.

Konsensus umum di antara para ilmuwan adalah bahwa virus corona beredar dari kelelawar dan melompat ke manusia, kemungkinan melalui spesies perantara. Itulah tepatnya yang ditemukan oleh investigasi WHO. Virus itu kemungkinan ditularkan dari kelelawar di China Selatan ke hewan di peternakan satwa liar, dan kemudian ke manusia.

Menurut Daszak pternakan satwa liar adalah bagian dari proyek yang telah dipromosikan pemerintah China selama 20 tahun untuk mengangkat penduduk pedesaan keluar dari kemiskinan dan menutup kesenjangan pedesaan-perkotaan.

"Mereka mengambil hewan eksotis, seperti musang, landak, trenggiling, anjing rakun dan tikus bambu, dan mereka membiakkannya di penangkaran," kata Daszak seperti dikutip dari Live Science, Kamis (18/3/2021).

Tetapi pada Februari 2020, China menutup peternakan itu, kemungkinan karena pemerintah China mengira bahwa itu adalah bagian dari jalur transmisi dari kelelawar ke manusia. Kata Daszak pemerintah kemudian mengirimkan instruksi kepada peternak tentang bagaimana mengubur, membunuh atau membakar hewan dengan cara yang tidak menyebarkan penyakit.

Banyak dari peternakan ini membiakkan hewan yang dapat membawa virus corona, termasuk musang, kucing, dan trenggiling. Sebagian besar berlokasi di atau dekat provinsi Yunnan di China Selatan, tempat para ilmuwan sebelumnya menemukan virus kelelawar yang 96 persen mirip dengan SARS-CoV-2. WHO masih belum mengetahui hewan apa yang membawa virus dari kelelawar ke manusia.

"Saya pikir SARS-CoV-2 pertama kali menyerang orang-orang di China Selatan. Tampaknya seperti itu," kata Daszak.

WHO juga menemukan bukti bahwa peternakan satwa liar ini memasok pedagang di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan. "China menutup jalur itu karena suatu alasan. Yakni, mereka mungkin berpikir bahwa ini adalah jalur penularan yang paling mungkin, yang juga akan disimpulkan oleh laporan WHO," tutup Daszak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top