Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Google Persulit Pengembang Aplikasi Akses Data Pengguna Android

Daftar aplikasi ini dikumpulkan dan ditautkan ke ID pengguna bersama dengan nomor telepon, lokasi, alamat, dan lain-lain. Hal ini dilakukan untuk membantu pengembang melacak pilihan pribadi pengguna.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 05 April 2021  |  11:42 WIB
Logo Google terlihat di luar kantor perusahaan teknologi tersebut di Beijing, China, Rabu (8/8). - Reuters/Thomas Peter
Logo Google terlihat di luar kantor perusahaan teknologi tersebut di Beijing, China, Rabu (8/8). - Reuters/Thomas Peter

Bisnis.com, JAKARTA - Hampir semua aplikasi yang telah diinstal di ponsel Android melakukan suatu hal secara diam-diam, yakni membuat daftar semua aplikasi yang dimiliki pengguna di ponsel. 

Daftar aplikasi ini dikumpulkan dan ditautkan ke ID pengguna bersama dengan nomor telepon, lokasi, alamat, dan lain-lain. Hal ini dilakukan untuk membantu pengembang melacak pilihan pribadi pengguna. 

Dengan demikian, pengembang aplikasi bisa menayangkan iklan yang relevan. Sebuah laporan sebelumnya juga mengklaim bahwa afiliasi politik pengguna Android dapat ditebak dari aplikasi yang digunakan. 

Saat ini, beberapa aplikasi benar-benar membutuhkan akses ke semua aplikasi lain yang ada di ponsel. Misalnya aplikasi pengelola fail atau antivirus yang harus mendapatkan akses agar berfungsi dengan benar. 

Namun, aplikasi kamera atau senter tidak membutuhkan hak istimewa tersebut. Sayangnya masih sedikit pengguna yang mengetahui pelanggaran privasi oleh aplikasi acak. 

Praktik yang demikian telah lazim dan terjadi sejak lama dan akhirnya Google turun tangan untuk menghentikannya. Dilansir Gadgetsnow, Senin (5/4) mulai bulan depan hal tersebut akan benar-benar dievaluasi. 

Para pengembang harus menyatakan alasan kuat mengapa Google harus mengizinkan akses ke daftar semua aplikasi ponsel Android penggunanya. 

"Inventaris aplikasi terinstal dari perangkat dianggap sebagai data pengguna pribadi dan sensitif, yang tunduk pada kebijakan informasi Personal and Sensitive Information," kata Google dalam sebuah pernyataan. 

Nantinya, hanya aplikasi tertentu yang bisa mendapatkan akses ke daftar aplikasi dan itu juga Google menilai fungsi dan tujuan yang ada memerlukan visibilitas luas ke aplikasi yang diinstal di perangkat pengguna. 

Google menyatakan bahwa para pengembang tidak boleh menggunakan Query_All_Packages (untuk akses seluruh daftar aplikasi) jika aplikasi dapat beroperasi dengan deklarasi visibilitas cakupan yang lebih bertarget. 

Dengan adanya perubahan ini, pengguna memiliki harapan perlindungan privasi yang lebih baik pada ponsel Android dan mencegah pelanggaran dari para pengembang aplikasi bodong dan tidak bertanggung jawab. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google aplikasi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top