Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Eikjman Ungkap Tantangan Vaksin Merah Putih, Gara-gara Mutasi Virus?

Kepala Lembaga Eijkman Amin Soebandrio mengungkap tantangan pengembangan vaksin Merah Putih.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 April 2021  |  16:14 WIB
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengungkapkan salah satu tantangan pengembangan vaksin Merah Putih, yaitu cepatnya mutasi virus Corona (Covid-19).

"Vaksin apapun itu selalu begitu, apalagi virus [Covid-19] mutasinya lebih cepat. Kalau bakteri-bakteri itu tidak terlalu cepat mutasinya, sementara virus itu mutasinya sangat cepat," kata Kepala Lembaga Eijkman Amin Soebandrio seperti dikutip dari Antara, Rabu (7/4/2021).

Dia mengatakan Eijkman kini tengah mengembangkan Vaksin Merah Putih dengan platform subunit protein rekombinan.

Menurutnya, Lembaga Eijkman selalu mengumpulkan informasi terkini tentang mutasi-mutasi terbaru dari virus SARS-CoV-2, penyebab pandemi Covid-19.

Amin menuturkan pengembangan vaksin dan surveilans molekuler merupakan satu paket kegiatan di Eijkman.

"Kami sudah punya teknologinya untuk melakukan surveilans, walaupun tidak semasif sekarang," tuturnya.

Dalam mengembangkan vaksin, kata dia, ada dua hal yang perlu dikembangkan, yakni surveilans molekuler dan mengembangkan teknologi.

Surveilans molekular dilakukan untuk memastikan bahwa vaksinnya efektif untuk mengeliminasi virus yang bersirkulasi saat ini sehingga harus dipantau terus.

"Selain itu, kami juga mengembangkan teknologi untuk mengukur kekebalan tubuh," ungkapnya.

Dengan mengukur kadar antibodi, kata Amin, maka dapat dipantau apakah vaksin berhasil menciptakan imunitas dalam tubuh.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top