Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berapa Lama Antibodi Vaksin Covid-19 Bertahan di Tubuh? Ini Kata Pakar Kesehatan

Berapa lama perlindungan atau antibodi vaksin Covid-19 sebenarnya bertahan di tubuh? Simak penjelasan pakar kesehatan.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 07 April 2021  |  15:18 WIB
Seorang pasien menerima suntikan pertama dari dua suntikan vaksin Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech di ruang operasi di Wolverhampton, Inggris, Senin (14/12/2020).  - REUTERS/Antara
Seorang pasien menerima suntikan pertama dari dua suntikan vaksin Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech di ruang operasi di Wolverhampton, Inggris, Senin (14/12/2020). - REUTERS/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Lebih dari 63 juta orang telah mendapat suntikan vaksinasi Covid-19. Vaksinasi merupakan langkah untuk mengakhiri pandemi, setelah lebih dari satu tahun lockdown dan memakai masker.

Baru-baru ini, Amerika Serikat mencatata rekor baru dengan memberikan lebih dari 4 juta dosis dalam 24 jam. Presiden Joe Biden juga mengonfirmasi mayoritas orang dewasa AS akan memenuhi syarat untuk vaksin pada 19 April 2021, jauh sebelum batas waktu awal 1 Mei 2021.

Uji klinis telah menunjukkan bahwa vaksin virus Corona resmi aman dan sangat efektif dalam mencegah infeksi parah Covid-19. Namun, masih ada satu pertanyaan yang sedang dijawab para peneliti: Berapa lama perlindungan atau antibodi vaksin Covid-19 sebenarnya bertahan di tubuh?

Pada 1 April 2021, Pfizer mengumumkan bahwa vaksin Covid-19 menawarkan perlindungan kuat hingga enam bulan terhadap gejala virus Corona. Secara khusus, data dari studi fase 3 menunjukkan bahwa vaksin itu 91,3 persen efektif mencegah Covid-19 hingga enam bulan setelah dosis kedua dan 100 persen efektif melawan penyakit parah seperti yang didefinisikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

"Enam bulan adalah kerangka waktu untuk mendapatkan informasi yang aman," jelas William Schaffner, M.D., seorang spesialis penyakit menular dan profesor di Vanderbilt University School of Medicine seperti dikutip dari prevention.com, Rabu (7/4/2021).

Namun, bukan berarti vaksin tersebut hanya berlaku selama enam bulan. Pakar penyakit menular dan peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security Amesh A. Adalja, M.D. mengatakan kemungkinan bahwa vaksin Pfizer dan yang lainnya akan memberikan kekebalan lebih lama dari itu.

Sedangkan untuk masing-masing vaksin Moderna dan Johnson & Johnson diberi otorisasi oleh Food and Drug Administration setelah vaksin Pfizer. Imbasnya. lebih sedikit data tentang kemanjuran jangka panjangnya.

Di sisi lain, Richard Watkins, M.D., seorang spesialis penyakit menular dan profesor penyakit dalam di Northeast Ohio Medical University mengatakan vaksin Moderna akan memberikan perlindungan untuk jangka waktu yang sama dengan vaksin Pfizer,

"[Moderna dan Pfizer] karena memiliki mekanisme tindakan yang sama [mRNA teknologi]," ucap Richard Watkins.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pfizer Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru moderna
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top