Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waduh! Efektivitas Vaksin Virus Corona China Dikatakan Rendah

Beijing telah mendistribusikan ratusan juta dosis ke luar negeri sambil mencoba mendorong keraguan tentang keefektifan vaksin Pfizer-BioNTech yang dibuat menggunakan proses messenger RNA, atau mRNA, eksperimental sebelumnya.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 11 April 2021  |  19:45 WIB
Ilustrasi: Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September.  - Bloomberg\\r\\n
Ilustrasi: Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September. - Bloomberg\\r\\n

Bisnis.com, BEIJING — Seorang pejabat di Pusat Pengendalian Penyakit China mengatakan bahwa efektivitas vaksin virus corona China rendah dan pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mencampurkannya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Vaksin China "tidak memiliki tingkat perlindungan yang sangat tinggi," kata Direktur Pusat Pengendalian Penyakit China, Gao Fu, pada konferensi di kota barat daya Chengdu, Sabtu (10/4/2021).

Beijing telah mendistribusikan ratusan juta dosis ke luar negeri sambil mencoba mendorong keraguan tentang keefektifan vaksin Pfizer-BioNTech yang dibuat menggunakan proses messenger RNA, atau mRNA, eksperimental sebelumnya.

“Sekarang dalam pertimbangan formal apakah kami harus menggunakan vaksin yang berbeda dari jalur teknis yang berbeda untuk proses imunisasi,” kata Gao.

Pejabat pada konferensi pers Minggu (11/4/2021) tidak menanggapi secara langsung tentang komentar Gao atau kemungkinan perubahan dalam rencana resmi. Namun, pejabat China Centers for Disease Control (CDC) lainnya Wang Huaqing mengatakan bahwa pengembang sedang mengerjakan vaksin berbasis mRNA.

"Vaksin mRNA yang dikembangkan di negara kami juga telah memasuki tahap uji klinis," katanya seperti dikutip www.livemint.com dari kantor berita AP, Minggu (11/4/20210).

Dia tidak memberi batas waktu untuk kemungkinan penggunaan.

Para ahli mengatakan bawa mencampurkan vaksin atau imunisasi berurutan, dapat meningkatkan efektivitas. Para peneliti di Inggris sedang mempelajari kemungkinan kombinasi Pfizer-BioNTech dan vaksin AstraZeneca.

Pandemi virus Corona, yang dimulai di China tengah pada akhir 2019, menandai pertama kalinya industri obat China berperan dalam menanggapi keadaan darurat kesehatan global.

Vaksin yang dibuat oleh dua pembuat obat milik negara, Sinovac dan Sinopharm, telah diekspor ke 22 negara termasuk Meksiko, Turki, Indonesia, Hongaria, Brasil dan Turki, menurut kementerian luar negeri.

Efektivitas vaksin Sinovac dalam mencegah infeksi gejala ditemukan serendah 50,4 persen oleh para peneliti di Brasil, mendekati ambang batas 50 persen dan para ahli kesehatan mengatakan vaksin itu berguna. Sebagai perbandingan, vaksin Pfizer-BioNTech terbukti 97 persen efektif.

Pakar kesehatan mengatakan vaksin China tidak mungkin dijual ke Amerika Serikat, Eropa Barat dan Jepang karena kerumitan proses persetujuan.

Seorang juru bicara Sinovac, Liu Peicheng, mengakui berbagai tingkat keefektifan telah ditemukan tetapi mengatakan hal itu dapat disebabkan oleh usia orang dalam sebuah penelitian, jenis virus dan faktor lainnya.

Beijing belum menyetujui vaksin asing untuk digunakan di China.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksinasi Virus Corona
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top