Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

6 Langkah Mencegah Penyakit Sirosis Hati yang Bisa Menjadi Kanker

Pada tahap awal sirosis hati, pasien umumnya asimtomatik atau memiliki beberapa gejala non-spesifik seperti mual, muntah, kembung, kelemahan umum dan kelelahan atau penurunan nafsu makan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 20 April 2021  |  08:36 WIB
Perlemakan hati - istimewa
Perlemakan hati - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Penyakit hati adalah pembunuh diam-diam karena menggerogoti tubuh secara pelan-pelan sampai cukup parah dan rusak sampai titik yang tidak dapat kembali yang kita sebut sirosis hati.

Pada tahap awal sirosis hati, pasien umumnya asimtomatik atau memiliki beberapa gejala non-spesifik seperti mual, muntah, kembung, kelemahan umum dan kelelahan atau penurunan nafsu makan.

Seiring perkembangan penyakit, pasien mungkin memiliki gejala gagal hati seperti penyakit kuning, perut kembung (asites), pembengkakan kaki, muntah darah, tinja berwarna hitam dan / atau perubahan sensorium. Sekitar 3-5% dari sirosis hati berkembang menjadi kanker hati setiap tahun.

Penatalaksanaan sirosis adalah pengobatan penyebab dan komplikasi sirosis. Meskipun ada kemajuan besar dalam pengobatan penyakit hati, sekali pasien mengalami gagal hati, satu-satunya jalan yang tersisa untuk pasien adalah Transplantasi Hati (LT).

Karena masih minimnya donor hati, karena itu, ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesadaran di kalangan masyarakat umum agar penyakit dapat diidentifikasi dan dihentikan pada tahap awal.

Berikut adalah enam jurus cerdas untuk hati yang sehat dan hidup sehat dilansir dari Times of India.

1.  Pantang alkohol

Risiko ALD tidak hanya meningkat setelah bertahun-tahun minum terlalu banyak, tetapi pesta minuman keras sama-sama atau lebih berbahaya. Jadi, pantang total dari alkohol adalah mantra untuk hati yang sehat.

2. Penurunan berat badan

Modifikasi gaya hidup sangat penting untuk membalikkan perjalanan penyakit hati. Cara mudah untuk mengidentifikasi berat badan ideal Anda adalah dengan mengurangkan 100 dari tinggi badan Anda (dalam cm).

Pasien dalam kelompok risiko tinggi harus menargetkan berat badan minimal 5% kurang dari berat badan ideal ini. Dalam hal ini, kombinasi aktivitas fisik teratur (setidaknya 45 menit) dan modifikasi pola makan efektif. Anda harus menjalani diet hipokalorik dengan jumlah serat dan buah-buahan yang baik, serta lebih sedikit karbohidrat dan gula. Kunyit dan kopi memiliki peran yang baik dalam perlindungan hati.

3. Strategi untuk Hepatitis:

a. Vaksinasi universal untuk Hepatitis A dan B.

b. Penggunaan kontrasepsi penghalang (misalnya kondom) dan praktik seksual yang aman.

c. Hindari berbagi jarum obat, pisau cukur atau sikat gigi; skrining darah dan produk darah secara cermat, tes jaringan dan organ donor wajib, dan skrining ibu hamil.

d. Penggunaan antivirus awal untuk Hepatitis B dan C, jika diindikasikan

4. Hindari suplemen herbal dan obat bebas

Anda tidak boleh mencoba taktik lokal untuk mengendalikan penyakit hati, yang dalam banyak kasus dapat membahayakan Anda.

5. Pemeriksaan Kesehatan Reguler

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pemeriksaan kesehatan rutin adalah cara termudah dan tampaknya cara terbaik untuk menghilangkan penyakit apa pun. Penyakit hati dapat dideteksi lebih awal dengan alat seperti Fibroscan.

7. Konsultasikan dengan spesialis hati

Tes dan pengobatan tepat waktu harus dipastikan. Hanya minum obat yang diresepkan oleh dokter dan di bawah pengawasan rutin.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit liver
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top