Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasien Covid Tetap Bisa Produktif Saat Isolasi Madiri, Ini Buktinya

Isolasi mandiri bukan berarti membuat penderita Covid-19 harus istirahat tanpa melakukan kegiatan apa pun.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 26 April 2021  |  13:55 WIB
Yuni Fransiska, pasien Covid-19 yang tetap bisa produktif saat menjalani isolasi mandiri. - Bisnis/Asep Mulyana
Yuni Fransiska, pasien Covid-19 yang tetap bisa produktif saat menjalani isolasi mandiri. - Bisnis/Asep Mulyana

Bisnis.com, SUBANG – Warga yang didiagnosa positif Covid-19 pasti akan disarankan untuk melakukan isolasi. Isolasi tersebut bisa berupa isolasi mandiri di rumah ataupun ditempat khusus yang disediakan pemerintah.

Isolasi harus dijalani kendati warga tersebut merupakan penderita Covid-19 tanpa gejala atau dikenal sebagai orang tanpa gejala (OTG).

Namun, isolasi mandiri bukan berarti membuat penderita Covid-19 harus istirahat tanpa melakukan kegiatan apa pun.

Mereka, masih bisa beraktivitas meski tidak bisa berinteraksi dengan masyarakat lainnya. Apalagi memang, sangat disarankan untuk melakukan aktivitas ringan supaya imunitas kembali meningkat.

Bagi sebagian orang yang terpaksa menjalani isolasi mandiri, mengurung diri dalam waktu tertentu ini bisa menjadi salah satu jalan untuk muhasabah atau introspeksi diri. Misalnya, yang biasanya kurang memperhatikan kesehatan, ke depan bisa lebih memperhatikan lagi.

Ada lagi, isolasi mandiri menjadi momen untuk melakukan hal-hal positif lainnya. Misalnya, berkreasi dan meningkatkan inovasi di bidang bisnis. Hal itu misalnya dilakukan Yuni Fransiska, 21, warga Cinangsi, Kabupaten Subang.

“Positif Covid-19 bukanlah sebuah aib. Isolasi mandiri pun bukan berarti dikurung. Kita tetap beraktivitas, meski tidak berinteraksi dengan yang lain,” ujar gadis berparas ayu yang bekerja di salah satu gerai ponsel di Kabupaten Subang itu kepada Bisnis.com, Senin (26/4/2021).

Yuni bercerita saat dinyatakan positif Covid-19 dua pekan lalu, dirinya sempat drop dan stress. Wajar saja, karena dipastikan aktivitas dan pekerjaannya terhenti total selama menjalani isolasi mandiri.

“Awalnya merasa bosan dan stres karena tak ada kegiatan atau aktivitas lain. Sesekali paling olahraga kecil atau berjemur, tapi itu juga hal yang membosankan. Kebayang, kan, harus menyendiri di kamar. Apalagi pas buka puasa dan sahur pertama, saya ada di rumah tapi harus sahur sendiri, kan sedih banget,” kata dia.

Setelah hampir sepekan menjalani isolasi, Yuni yang hobi melihat beranda e-commerce terpikir untuk memanfaatkan media sosial untuk berjualan secara online.

Dengan gawainya, Yuni pun mulai memasarkan dagangannya seperti pakaian, hijab, juga kosmetik.

“Awal-awal berjualan iseng aja sih, posting di story Instagram, terus di Whatsapp sama Facebook. Ternyata banyak yang ngelirik. Akhirnya saya berpikir juga tuh buat belanja terus dijual di online. Itung-itung buka olshop kecil-kecilan sambil mengisi waktu,” kata dia.

Dalam berjualan Yuni meminta bantuan saudaranya yang tinggal serumah. Dia pun memastikan, barang dagangannya steril karena sebelum dikemas dan dikirim terlebih dahulu disemprot disinfektan.

“Karena saya juga sadar, kan lagi positif, meskipun saya tahu paket yang dikirim akan disterilisasi lagi di agen kurir,” ujar Yuni.

Dua pekan sudah berjalan, kini Yuni telah dinyatakan negatif Covid-19. Yuni pun sudah mulai beraktivitas di tempatnya bekerja. Namun, Yuni mengaku tidak akan berhenti menjalankan bisnis online-nya yang terinspirasi saat isolasi mandiri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 isolasi mandiri
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top