Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenali Gejala Usai Disuntik Vaksin Virus Corona Moderna

Vaksin Moderna mengandung bahan yang disebut polietilen glikol (PEG), yang memicu reaksi alergi. PEG biasanya ditemukan dalam obat pencahar.
Hanafi Nurmahdi
Hanafi Nurmahdi - Bisnis.com 07 Mei 2021  |  14:40 WIB
Vaksin Moderna
Vaksin Moderna

Bisnis.com, JAKARTA – Vaksin virus corona (Covid-19) Moderna juga dikenal sebagai mRNA-1273, adalah vaksin dua dosis yang diberikan dengan selang waktu 28 hari. Vaksin pada umumnya melatih sistem kekebalan untuk melawan infeksi SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.

Vaksin Moderna memiliki izin untuk digunakan lebih dari 45 negara. Food and Drug Administration (FDA) telah mengeluarkan otorisasi ini untuk bisa digunakan kelompok orang yang berusia 18 tahun atau lebih di Amerika Serikat.

Vaksin tersebut juga telah diizinkan untuk digunakan di seluruh Uni Eropa setelah mendapat rekomendasi dari European Medicines Agency. Data uji klinis menunjukkan bahwa vaksin tersebut memiliki khasiat 94,1 persen dalam mencegah gejala Covid-19.

Vaksin mRNA berfungsi dengan memberikan informasi genetik kepada tubuh untuk menghasilkan protein virus atau bakteri. Protein ini memicu respons imun dan produksi antibodi spesifik, dengan mempersiapkan tubuh untuk melawan infeksi jika nantinya kembali terjangkit virus.

FDA mencantumkan efek samping yang terjadi kepada penerima vaksin. Selain itu, terdapat laporan dalam data uji klinis fase 3 Moderna dengan persentase, sebagai berikut:

  •   Kelelahan (70 persen)
  •   Sakit kepala (64,7 persen)
  •   Nyeri otot (61,5 persen)
  •   Nyeri sendi (46,4 persen)
  •   Menggigil (45,4 persen)
  •   Mual dan muntah (23 persen)
  •   Demam (15,5 persen)

Uji klinis menemukan bahwa efek samping lebih sering dilaporkan setelah dosis kedua dan berlangsung sekitar 2-3 hari.

Laporan lain terhadap efek samping digambarkan oleh orang yang divaksin 7–10 hari setelah menerima dosis pertama vaksin Moderna. Ia menyatakan bahwa vaksin ini tidak berbahaya dan penyembuhan efek samping yang cepat.

Anafilaksis, reaksi alergi yang parah, adalah efek samping vaksinasi yang jarang terjadi. Dari 7,58 juta dosis vaksin Moderna yang diberikan, terdapat 19 laporan anafilaksis, kurang dari 3 kasus per satu juta.

Respon gejala yang sering terjadi terhadap reaksi alergi yang parah adalah sebagai berikut:

1. Sulit bernafas

2. Pembengkakan pada wajah dan tenggorokan

3. Detak jantung yang cepat

4. Ruam di sekujur tubuh

5. Pusing

6. Kelemahan

Perlu diketahui, vaksin Moderna mengandung bahan yang disebut polietilen glikol (PEG), yang memicu reaksi alergi. PEG biasanya ditemukan dalam obat pencahar. Masih belum jelas apakah PEG merupakan penyebab reaksi alergi yang dilaporkan atau apakah konsentrasi PEG dalam vaksin cukup untuk menimbulkan reaksi.

Perlu dicatat bahwa alergi PEG sangat jarang terjadi. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), siapa pun yang memiliki riwayat reaksi alergi terhadap PEG tidak boleh mendapatkan vaksin mRNA Covid-19 dan harus berbicara dengan dokter mereka tentang alternatifnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 moderna
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top