Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terawan Sebut Penggunaan Vaksin Nusantara Massal Bukan Hal Sulit

Teknologi sel dendritik sudah mulai di Indonesia sejak 2015. Dengan teknologi ini, jika bisa dikembangkan, Indonesia bisa menjadi negara pertama yang mengembangkan vaksin imunoterapi sel dendritik.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 26 Mei 2021  |  16:03 WIB
Mantan Menkes Siti Fadilah dan mantan Menkes Terawan Agus Putranto seusai mengikuti proses ujicoba vaksinasi Vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (15/4). - Istimewa
Mantan Menkes Siti Fadilah dan mantan Menkes Terawan Agus Putranto seusai mengikuti proses ujicoba vaksinasi Vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (15/4). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta penelitian dan penggunaan Vaksin Nusantara terus dilanjutkan. Menurutnya, penggunaannya secara massal bukan hal yang sulit dilakukan.

“Urusan ini simple sekali, itu urusan inovasi yang gampang kita buat, sangat sederhana dan penyimpanannya tidak butuh inkubator khusus. Kalau secara teknis juga dikemukakan begitu simpelnya teknologi ini, yang penting adalah mempublikasikan menjadi evidence,” kata Terawan, mengutip konferensi virtual pada Selasa (25/5/2021), yang diunggah di kanal Youtube Josie Cynthia, Rabu (26/5/2021).

Terawan menegaskan agar tak perlu ada perdebatan terkait jenis vaksin berbasis sel dendritik.

“Tidak usah berdebat seolah-olah ini vaksinnya kayak apa, itu tidak penting. Namanya itu sebagai dendritik sel imunoterapi. Yang gampang sebutnya ya Vaksin Nusantara. Ini memang karya yang sudah dirintis TNI AD, khususnya RSPAD Gatot Soebroto,” kata dia.

Terawan menjelaskan, teknologi sel dendritik sudah mulai di Indonesia sejak 2015. Dengan teknologi ini, jika bisa dikembangkan, Indonesia bisa menjadi negara pertama yang mengembangkan dendritik sel vaksin imunoterapi.

“Apalagi dunia sudah menyetujui dan menghipotesiskan, bahwa metode ini bisa menjadi titik memulai untuk mengakhiri Covid-19. Soal hipotesis diterima atau ditolak tidak menjadi persoalan, yang penting kita buktikan dengan riset. Menurut saya, kemampuan di RSPAD di bidang riset sudah tidak diragukan lagi,” imbuhnya.

Terawan juga menyebutkan bahwa saat ini sudah ada beberapa jurnal yang membahas terkait pengembangan vaksin imunoterapi sel dendritik.

Dia juga memastikan Vaksin Nusantara aman, meskipun proses pembuatan imunitas dilakukan di luar tubuh manusia.

“Bedanya dengan vaksin konvensional adalah karena berbasis sel dendritik dan ini intervensi di luar tubuh manusia. Itu safety, karena kita sudah lama berkecimpung dalam pembuatan vaksin dendritik. Kita sudah mengembangkan jauh-jauh hari untuk penanganan kanker,” tambahnya.

Dalam pengembangan Vaksin Nusantara untuk Covid-19, yang diubah hanya antigennya menjadi antigen rekombinan SARS CoV-2.

“Jadi ini lebih tahan, bisa sesuaikan kapan saja, mau mutasi kayak apa bisa kita sesuaikan,” kata Terawan.

Dampaknya, ketahanan kesehatan nasional menghadapi pandemi Covid-19 bisa lebih baik dengan membuat imunitas yang baik bagi setiap warga negara.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dokter terawan Covid-19 Vaksin Nusantara
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top