Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mitos vs Fakta: Jamur Hitam pada Pasien Covid-19 di India

Berikut 4 mitos dan fakta soal jamur hitam yang menjangkiti pasien Covid-19 di India yang perlu Anda ketahui.
Yuliana Hema
Yuliana Hema - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  14:10 WIB
Tenaga medis berupaya menyelamatkan pasien di tengah serangan gelombang kedua Covid-19 di India  -  Express Photo by Amit Chakravarty
Tenaga medis berupaya menyelamatkan pasien di tengah serangan gelombang kedua Covid-19 di India - Express Photo by Amit Chakravarty

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah melonjaknya kasus Covid-19, India kembali menerima pukulan munculnya Infeksi jamur hitam (black fungus) atau Mucormycosis yang memakan korban jiwa.

Pada 26 Mei 2021, tercatat ada 11.717 kasus jamur hitam yang dikonfirmasi di India. Bahkan sebelum pandemi Covid-19, insiden mucormycosis mungkin 70 kali lebih tinggi di India daripada angka keseluruhan untuk seluruh dunia.

Faktanya, jamur hitam ini dapat menghalangi aliran darah dan membunuh jaringan yang terinfeksi. Warna hitam yang muncul pada warna kulit, disebabkan oleh jaringan yang mati terkena infeksi, bukan dari jamur itu sendiri. Banyak teori yang berkembang di sosial media soal penyebaran jamur hitam yang membuat orang merasa takut dan panik.

Dilansir dari Medical News Today, berikut 4 mitos dan fakta soal jamur hitam yang menjangkiti pasien Covid-19 di India.

1. Penularan
Mitos:
Jamur Hitam menular dari orang ke orang

Fakta:
Jamur hitam tidak menular dari orang ke orang sehingga tidak perlu melakukan isolasi mandiri. Kecuali Anda bertemu dengan orang sedang terinfeksi Covid-19. Justru sumber infeksi jamur hitam adalah lingkungan, dari spora udara yang dihasilkan oleh jamur

2. Tempat Tumbuh
Mitos:
Jamur tumbuh di air, tabung oksigen, pelembab udara

Fakta:
Banyak yang menyimpulkan bahwa jamur hitam pasti tumbuh di air kotor di tabung oksigen atau pelembab udara.

Namun, tidak ada bukti yang menunjukan hal tersebut terbukti, para ahli mikologi telah menunjukkan bahwa jamur tidak dapat menghasilkan spora dalam cairan. Kebalikannya, oksigen murni yang disimpan dalam silinder kemungkinan besar akan merugikan pertumbuhan segala jenis mikroorganisme termasuk jamur hitam.

3. Masker
Mitos:
Masker mengandung jamur hitam

Fakta:
Mitosyang satu ini harus Anda tinggalkan. Tidak ada bukti secara nyata yang dapat menunjukkan masker yang Anda gunakan dapat menjadi tempat tinggal jamur.

4. Sumber Infeksi
Mitos:
Bawang sumber infeksi Jamur Hitam

Fakta:
Banyak yang menduga dan berteori jamur yang muncul pada bawang yang Anda simpan adalah jamur yang berbahaya dan di situ lah sumber penyebaran infeksi. Padahal, jamur hitam yang ditemukan pada bawang merah dan bawang putih biasanya adalah jamur Aspergillus niger.

Lebih lanjut, Prof. Richardson dan rekannya dalam penelitiannya menemukan bahwa jamur hitam tumbuh pada roti yang berjamur, buah dan sayuran yang membusuk, sisa-sisa tanaman, tanah, kompos, dan kotoran hewan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india Gejala Penyakit Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top