Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ahli Ungkap Penyebab Tingginya Kasus Jamur Hitam di India

Beberapa ahli medis mengatakan India tumbuhnya kasus tersebut karena tingginya prevalensi diabetes.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  12:09 WIB
Sejumlah pasien Covid-19 dirawat di dalam bangsal yang penuh sesak di sebuah rumah sakit di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021)./Antara - Reuters/Danish Siddiqui
Sejumlah pasien Covid-19 dirawat di dalam bangsal yang penuh sesak di sebuah rumah sakit di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021)./Antara - Reuters/Danish Siddiqui

Bisnis.com, JAKARTA – Seperti banyak yang diketahui, kasus jamur hitam semakin memperburuk keadaan Covid-19 di India.
Infeksi jamur hitam semakin menambah jumlah kasus Covid-19 di negara penghasil film Bollywood tersebut.

Melansir dari bbc.com, Selasa (8/6/2021) sekitar 12.000 kasus kondisi yang dikenal sebagai jamur hitam telah dilaporkan di India. Sebagian besar adalah pasien yang baru dinyatakan pulih dari Covid-19. Infeksi berat tersebut memiliki tingkat kematian sekitar 50 persen.

Beberapa ahli medis mengatakan India tumbuhnya kasus tersebut karena tingginya prevalensi diabetes.

Sebelum pandemi Covid-19, setidaknya 38 negara di dunia telah melaporkan kasus mucormycosis atau lebih dikenal dengan jamur hitam.

India dan Pakistan memiliki tingkat tertinggi dengan sekitar 140 kasus per juta per tahun, menurut Leading International Fungal Education.

Seorang ahli infeksi jamur di University of Manchester, Dr David Denning mengatakan kasus jamur hitam yang dilaporkan di India lebih banyak daripada bagian lain dunia jauh sebelum pandemi.

"Mucormycosis sangat terkait dengan diabetes yang tidak terkontrol dan ada banyak diabetes di India," katanya.

Pada pasien yang pulih dari Covid-19, menurut sebuah makalah penelitian baru-baru ini melihat kasus secara global, 94 persen dari mereka yang memiliki infeksi jamur juga menderita diabetes.

Dan mayoritas, 71 persen dari kasus jamur hitam yang dilaporkan berasal dari India.

Dari negara-negara teratas dengan prevalensi diabetes perkapita yang tinggi, negara lain selain India telah melaporkan kasus mucormycosis.

Tetangga India, Pakistan dan Bangladesh, keduanya memiliki prevalensi diabetes yang tinggi dalam populasi kasus mucormycosis. Namun, mereka tidak memilika jumlah yang sangat besar.

Di Bangladesh, dokter telah merawat satu kasus mucormycosis yang dikonfirmasi dan sedang menunggu hasil tes untuk kasus lain yang dicurigai. Dokter mengatakan bahwa kedua pasien itu juga menderita diabetes.

Pakistan juga telah melaporkan lima kasus mucormycosis dalam beberapa pekan terakhir dan empat telah meninggal pada 12 Mei, menurut laporan media.

Brasil telah melaporkan 29 kasus sejauh ini, tetapi belum jelas berapa banyak dari mereka yang mengidap Covid-19 dan mereka yang menderita diabetes.

Rusia juga telah melaporkan kasus mucormycosis terisolasi pada pasien Covid baru-baru ini. Namun, tidak jelas berapa banyak yang telah terdeteksi sejauh ini.

AS memiliki prevalensi diabetes yang sangat tinggi - 9,3 persen dari populasi diperkirakan memiliki kondisi tersebut. Negara tersebut juga memiliki jumlah kasus Covid-19 tertinggi secara global.

Tetapi kasus mucormycosis sangat jarang. Kasus diabetes di sana sebagian besar dikelola dengan hanya 3 persen yang tidak terdiagnosis, menurut Pusat Pengendalian Penyakit AS.

Lalu, mengapa diabetes bisa menjadi faktor risiko kasus infeksi jamur hitam?

Para ahli mengatakan tidak begitu banyak kasus diabetes yang tercatat, sebagai masalah tingkat diabetes yang tidak terdiagnosis.

India Development Foundation (IDF) memperkirakan bahwa sekitar 57 persen dari penderita diabetes di India, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka adalah kasus yang tidak terdiagnosis. Dan data itu hampir semuanya ditemukan di India.
Pakistan juga diperkirakan memiliki proporsi diabetes yang tinggi yang tidak terdiagnosis.

"Ada banyak diabetes yang tidak terkontrol di India karena orang tidak melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur," kata Dr Hariprasath Prakash dari International School of Medicine di Kyrgyzstan.

Dia mengatakan sebagian besar kasus diabetes ditemukan melalui komplikasi kesehatan lainnya dan tetap tidak diobati.

Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik membuat Anda berisiko lebih tinggi terkena infeksi tertentu, termasuk beberapa infeksi jamur.

Wilayah Afrika juga memiliki proporsi diabetes yang tidak terdiagnosis tinggi hampir 60 persen, tetapi perkiraan menunjukkan kejadian mucormycosis di sana rendah hanya 3 persen.

Dr Denning mengukapkan bisa jadi karena kasus mucormycosis mungkin tidak terdiagnosis. Itu karean infeksi tersebut bukan hal yang paling mudah untuk didiagnosis.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kasus jamur hitam tidak terdiagnosis karena kesulitan dalam pengumpulan sampel jaringan dan kurangnya sensitivitas tes diagnostik.

Para ahli juga menyarankan bahwa penggunaan steroid sembarangan untuk beberapa perawatan Covid-19 dapat dikaitkan dengan mucormycosis atau infeksi jamur lainnya.

Dua steroid yang diresepkan secara luas yaitu deksametason dan metilprednisolon digunakan untuk pasien Covid-19 di India untuk mengurangi peradangan yang disebabkan oleh respons kekebalan tubuh.

Namun, dengan rumah sakit dan dokter kewalahan dengan meningkatnya jumlah kasus, ada bukti bahwa steroid ini diambil tanpa pengawasan medis.

Pihak berwenang India baru-baru ini memperingatkan terhadap pengobatan seperti itu dapat memiliki konsekuensi berbahaya yang serius. Dan itu seperti peningkatan risiko pengembangan mucormycosis.

Sebuah uji coba berbasis di Inggris yang dilakukan pada sekitar 2.000 pasien Covid-19 menunjukkan bahwa deksametason membantu mengurangi kematian. Obat itu berefek pada mereka dengan infeksi sedang atau berat, tetapi berpotensi berbahaya bagi mereka dengan infeksi ringan.

Studi itu menunjukkan kemanjuran steroid ketika digunakan di rumah sakit. Namun, beberapa negara bagian di India dilaporkan telah mendistribusikan deksametason kepada publik bersama dengan kit isolasi rumah.

"Sangat jelas melalui penelitian bahwa lebih banyak steroid tidak lebih baik," tutup Denning.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india jamur Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top