Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenali Tanda-tanda Stres Traumatis pada Anak

Beberapa kejadian yang berpotensi traumatis meliputi pelecehan psikologis, fisik, atau seksual, kekerasan di sekolah atau komunitas, menyaksikan atau mengalami kekerasan dalam rumah tangga, bencana sosial atau terorisme, kehilangan mendadak, pengalaman pengungsi atau perang, kecelakaan serius atau penyakit yang mengancam nyawa, hingga diabaikan.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  12:12 WIB
Ilustrasi - Mirror.co.uk
Ilustrasi - Mirror.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA – Trauma adalah respons emosional seseorang terhadap kejadian yang menyedihkan atau mengerikan. Trauma pada anak terjadi lebih dari yang Anda pikirkan. Lebih dari dua pertiga anak-anak melaporkan setidaknya mereka mengalami satu peristiwa traumatis pada usia 16 tahun.
 
Beberapa kejadian yang berpotensi traumatis meliputi pelecehan psikologis, fisik, atau seksual, kekerasan di sekolah atau komunitas, menyaksikan atau mengalami kekerasan dalam rumah tangga, bencana sosial atau terorisme, kehilangan mendadak, pengalaman pengungsi atau perang, kecelakaan serius atau penyakit yang mengancam nyawa, hingga diabaikan.
 
Tanda-tanda stres traumatis mungkin berbeda pada setiap anak. Anak-anak kecil mungkin bereaksi berbeda dari anak-anak yang lebih tua. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda stres traumatis pada anak, seperti dilansir dari laman resmi Substance Abuse and Mental Health Services Administration, Rabu (9/6/2021).

Anak-anak prasekolah
·         Ketakutan saat dipisahkan dari orang tua atau pengasuh mereka
·         Menangis atau banyak berteriak
·         Makan dengan buruk atau berat badan turun
·         Memiliki mimpi buruk

Anak-anak SD
·         Menjadi cemas atau takut
·         Menjadi bersalah atau malu
·         Mengalami kesulitan berkonsentrasi
·         Mengalami kesulitan tidur
 
Anak SMP dan SMA
·         Merasa tertekan atau sendirian
·         Mengembangkan gangguan makan atau perilaku yang merugikan diri sendiri
·         Mulai menyalahgunakan alkohol dan obat-obatan terlarang
·         Terlibat dalam perilaku seksual berisiko
 
Setiap orang memiliki sistem alarm di tubuh mereka yang dirancang untuk menjaga mereka tetap aman dari bahaya. Saat diaktifkan, sistem alarm ini mempersiapkan tubuh untuk melawan atau melarikan diri. Alarm dapat diaktifkan pada setiap tanda masalah yang dirasakan dan membuat anak-anak merasa takut, marah, mudah tersinggung, atau bahkan menarik diri.
 
Anda sebagai orang tua bisa membantu anak-anak untuk menanggapi sistem alarm ini dengan cara membantunya mengenali penyebab yang dapat mengaktifkan alarm dan bagaimana tubuh mereka bereaksi, memintanya untuk mencari bantuan dari orang dewasa yang ia percaya serta mengajarinya untuk berlatih pernapasan dalam dan metode relaksasi lainnya.
 
Dampak dari stres traumatis anak dapat bertahan jauh melampaui masa kanak-kanak. Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa penyintas trauma anak mungkin mengalami masalah pembelajaran, termasuk nilai lebih rendah dan lebih banyak suspensi, peningkatan penggunaan layanan kesehatan dan kesehatan mental, serta masalah kesehatan jangka panjang, misalnya diabetes dan penyakit jantung.
 
Ada harapan anak-anak Anda dapat dan pulih dari peristiwa traumatis, maka dari itu peran Anda sebagai orang tua sangat penting dalam pemulihan trauma mereka.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak stres parenting
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top