Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apakah Orang Kembar Identik Punya Sidik Jari yang Sama?

Sidik jari terbentuk antara 13 dan 19 minggu perkembangan janin. Posisi janin di dalam rahim, akses ke nutrisi dan bahkan panjang tali pusar semuanya dapat mempengaruhi sidik jari.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Agustus 2021  |  12:18 WIB
Anak kembar identik, Kahinde dan Taiwo Kolawole berfoto di Igbo Ora, Oyo State, Nigeria - Reuters
Anak kembar identik, Kahinde dan Taiwo Kolawole berfoto di Igbo Ora, Oyo State, Nigeria - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kembar identik atau dikenal sebagai kembar monozigot, berasal dari embrio tunggal yang membelah menjadi dua pada awal perkembangan. Hasilnya, dua individu yang berbagi informasi genetik hampir sama dari orang tua mereka.

Walau begitu, tak berarti mereka memiliki 100 persen DNA yang sama. Begitu juga dengan sidik jari. Kembar monozigot tidak memiliki sidik jari yang identik.

Orang-orang di dunia ini memiliki sidik jari yang berbeda, ini juga berlaku bagi mereka yang kembar identik.

"Kembar identik memiliki lebih banyak kesamaan ketimbang dua individu yang tak kembar, tetapi sidik jari mereka cukup berbeda," ujar seorang ilmuwan forensik dan pakar sidik jari di Sheffield Halam University di Inggris, Simona Francese seperti dikutip dari Live Science, Rabu.

Dia menegaskan, tidak ada seorang pun di bumi yang memiliki sidik jari yang sama.

"Kemungkinan dua individu punya sidik jari yang sama yakni 1:64 miliar. Sampai hari ini, tidak ada dua sidik jari yang ditemukan identik," kata dia.

Tak hanya pada orang berbeda, sidik jari pada setiap jari juga tak sama. Ada pola ridge berbeda yang menghasilkan sidik jari unik.

Lalu, mengapa kembar identik memiliki DNA yang hampir sama persis, tetapi sidik jari mereka berbeda? Ternyata DNA bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi sidik jari seseorang. Faktor lingkungan yang berbeda di dalam rahim juga berperan dalam perkembangan sidik jari.

Francese menuturkan, sidik jari terbentuk antara 13 dan 19 minggu perkembangan janin. Posisi janin di dalam rahim, akses ke nutrisi dan bahkan panjang tali pusar semuanya dapat mempengaruhi sidik jari.

Setelah anak kembar lahir, faktor lain juga bisa mengubah sidik jari seperti kondisi kulit, bekas luka, dan dalam kasus tertentu yang jarang terjadi bisa juga karena obat-obatan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sidik jari Kembar Siam

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top