Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gara-gara Hal Ini Deddy Corbuzier Selamat dari Badai Sitokin

Badai sitokin atau cytokin storm bukanlah penyakit, melainkan masalah medis serius yang dapat terjadi karena beberapa penyebab yang berbeda.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 26 Agustus 2021  |  16:30 WIB
Gara-gara Hal Ini Deddy Corbuzier Selamat dari Badai Sitokin
Deddy Corbuzier - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA – Belum lama ini istilah badai sitokin pada pasien Covid-19 marak menjadi pembicaraan setelah YouTuber Indonesia Deddy Corbuzier mengaku mengalaminya. Teryata, gara-gara hal ini Deddy Corbuzier selamat dari badai sitokin. 

Melansir dari Verywell Health, Kamis (26/8/2021), sindrom badai sitokin mengacu pada sekelompok kondisi medis, di mana sistem kekebalan memproduksi terlalu banyak sinyal inflamasi. Buruknya, kadang-kadang pasien yang mengalami badai sitokin menyebabkan kegagalan organ hingga kematian.

Hal ini tentu bisa mengancam nyawa siapa saja yang terkena badai sitokin, termasuk Deddy Corbuzier. Namun, Deddy berhasil selamat dari sindrom tersebut. Dalam unggahan video podcast Deddy Corbuzier pada Rabu (26/8/2021), Deddy mengaku saat terkena sindrom badai sitokin, kondisi tubuhnya tidak memerlukan ruang ICU atau intensive Care Unit dan juga ventilator.

Layaknya orang sehat, pasokan saturasi oksigen dalam tubuh Deddy masih normal, yaitu 95 persen. Perlu diketahui, ksaturasi oksigen normal untuk orang dewasa adalah 95 hingga 100 persen. Sementara, apabila saturasi berada di bawah 90 persen harus segera membutuhkan oksigen tambahan.

Saturasi oksigen inilah yang membuat Deddy selamat dari dari sindrom badai sitokin. Meski demikian, dia mengaku kondisi yang semakin parah membuat saturasi dalam tubuhnya menurun. Namun, kadar oksigen dalam tubuhnya masih tetap normal, yaitu 95 persen.

“Dokter ngomong kayaknya ini cadangan oksigen di tubuhnya banyak, karena olahraga dulu karena latihan. Ternyata nolong, dan tidak ada komorbid ternyata nolong,” ungkap Deddy Corbuzier kepada Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam unggahan video podcast miliknya, seperti dikutip Bisnis.com, Kamis (26/8/2021).

Sebelum mengetahui terkena sindrom ini, Deddy mengalami suhu badan yang panas mencapai 41 derajat Celcius dan membuat dirinya menjalani tes CT toraks.

“Panas 41 [derajat], [hasil] cek CT toraks GGO saya 30 [persen], besoknya lebih parah [kerusakannya],” papar Deddy.

Hanya satu hari, lanjutnya, hasil dari tes CT toraks Deddy naik menjadi 60-70 persen. Hal ini membuat Deddy harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Bukan itu saja, Deddy Corbuzier akhirnya mengakui jika dirinya belum pernah melakukan suntik vaksin covid-19 sebelum terkena badai sitokin, usai positif covid-19. Bahkan, dia selalu mengimbau orang-orang sekitarnya dulu yang masih muda dan sehat untuk memprioritaskan vaksin untuk manula. 

"Saya saat itu membantu Menkes pawai vaksin untuk manula yang saat itu jumlahnya masih terbatas, sedangkan saya belum divaksin. Akhirnya kena covid-19," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menkes deddy corbuzier Covid-19 badai sitokin
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top